Breaking News:

Berita Buleleng

Antisipasi Kasus Covid-19 Meningkat Saat Tahun Baru, RSUD Buleleng Siapkan 120 Bed

Berbagai antisipasi dan upaya dilakukan RSUD Buleleng untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 saat perayaan tahun baru. Utamanya untu

Foto: Ratu Ayu Astri Desiani/ Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha
Foto: Ratu Ayu Astri Desiani/ Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berbagai antisipasi dan upaya dilakukan RSUD Buleleng untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 saat perayaan tahun baru. Utamanya untuk mengantisipasi masuknya varian Omicron.

Direktur RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugaraha pada Senin 27 Desember 2021 mengatakan, gejala yang dialami oleh pasien yang terpapar Omicron sejatinya lebih ringan bila dibandingkan dengan varian Delta.

Hal ini juga salah satunya dipegaruhi dengan tingginya capaian vaksinasi di Indonesia. Hanya saja, dr Arya tidak menampik, penularan varian Omicron cukup cepat.

Untuk itu, pihaknya saat ini mulai mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana, untuk mengantisipasi kembali terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Buleleng.

Salah satunya dengan menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas 120 bed, obat-obatan yang cukup, serta generator oksigen yang mampu memproduksi oksigen hingga 60 tabung per harinya.

"Persiapan menghadapi Omicron ini sama dengan varian Delta. Mulai dari alur ruangan, SDM dan Labnya semua sama, tidak ada bedanya. Sejak beberapa bulan belakangan, kasus terkonfirmasi di Buleleng kan terus melandai. Rata-rata dibawah empat pasien. Mendekati tahun baru ini, kami tetap harus siaga, mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus dan masuknya varian Omicron," katanya.

dr Arya menjelaskan, mesin PCR yang digunakan untuk mendeteksi pasien terkonfirmasi Covid tetap sama, yakni Polymerase Chain Reaction (PCR). Hanya saja, untuk mendeteksi variannya, RSUD Buleleng masih harus mengirimkan sampel pasien ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

"Dengan alat yang kami miliki, akan terlihat jika hasilnya positif. Untuk mengidentifikasi variannya apa, harus dilihat dulu pasien sempat kontak dengan siapa, apakah dengan WNA Afrika atau Eropa. Selanjutnya sampelnya dikirim ke Balitbangkes untuk dilihat variannya apa," jelasnya. (rtu)

Baca juga: Pasokan Menipis, Harga Cabai Rawit di Badung Tembus Rp 95 Ribu/Kg

Baca juga: Final Piala AFF 2020, Kunci Sukses Indonesia Menurut Eks Pelatih Thailand: Pressing & Serangan Cepat

Baca juga: VIRAL di Medsos, Driver Ojol Terekam CCTV Mencuri Helm di Kuta Bali

Berita Buleleng Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved