Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

KABAR DUKA, Putu Suteja Ketua Koperasi GASB di Gianyar Meninggal Keracunan

Dewa Putu Suteja asal Banjar Pasdalem, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Sanjiwani Gianyar, Kamis 23

Tayang:
Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Badrun
Ketua Koperasi Griya Anyar Sari Boga (GASB), Dewa Putu Suteja 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ketua Koperasi Griya Anyar Sari Boga (GASB), Dewa Putu Suteja asal Banjar Pasdalem, Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Sanjiwani Gianyar, Kamis 23 Desember 2021.

Dimana saat masuk dalam perawatan, yang bersangkutan mengeluhkan pusing.

Namun dalam perawatan, yang bersangkutan sempat muntah buih. Oleh pihak rumah sakit, yang bersangkutan dikatakan keracunan. 

Namun keracunan apa, pihak keluarga tidak mengetahui.

Saat ini, jenazah mendiang masih dititipkan di RSUD Sanjiwani Gianyar, menunggu proses kremasi 31 Desember 2021 ini.

Baca juga: 5 Zodiak Cewek Paling Manja, Egios dan Ngambekan, Bikin Hubungan Gak Sehat

Baca juga: Jelang Final Piala AFF 2020, Thailand Puji Indonesia: Tim Sangat Berbahaya dan Kuat Secara Ofensif

Baca juga: Pangdam IX/Udayana Berikan Bantuan untuk Pura Desa dan Puseh di Desa Adat Ayunan Badung

Istri mending, Desak Sekarwati saat ditemui di rumahnya, 27 Desember 2021 mengatakan, sebelum meninggal, suaminya sempat mengeluhkan pusing sejak sekitar sepekan lalu

. Saat itu, yang bersangkutan sudah beberapa kali berobat ke dokter. Oleh dokter dinyatakan tidak ada masalah

. Namun saat itu, mendiang tetap mengeluhkan pusing. 

"Keluhan awalnya pusing sejak sekitar seminggu sebelum meninggal. Sudah sempat ke dokter. Dicek di dokter tak ada masalah. Cuma masih pusing," ungkapnya.

Pihak keluarga menduga, pusing tersebut dikarenakan mendiang kecapekan karena pekerjaannya yang padat sebagai auditor keuangan.

Dan, di akhir tahun ini, banyak klien yang meminta bantuan jasanya sebagai auditor. 

"Mungkin karena terlalu capek. Perjalanan dari Negara (Jembrana) pakai sepeda motor. Pulang dari kantor (di Denpasar) tau-tau sudah di Kengetan (Ubud). Karena ditelepon oleh klien. Akhirnya masuk IGD (RSUD Sanjiwani) dengan keluhan pusing dan sesak di dada.  Setelah itu, muntah berbuih. Jadinya diagnosa dokter dibilang keracunan. Entah keracunan apa, tyang ten uning," ujarnya.

Desak Sekarwati menegaskan, meninggalnya suaminya tersebut bukan karena persoalan yang kini membelit Koperasi GASB.

Seperti diketahui, saat ini koperasi yang diketuai oleh mendiang sedang bermasalah, karena nasabah tidak bisa mengambil tabungan.

Total dana nasabah yang tak bisa dicairkan sekitar Rp 5 miliar.

Baca juga: Lecutan Berapi-api David da Silva Jelang Putaran II Kompetisi Liga 1: Bawa Persib Bandung Juara Liga

Baca juga: PT Pertamina (Persero) Naikkan Harga Gas Elpiji Nonsubsidi, Kenaikan Capai Rp 2.600 Per Kilogram

Baca juga: Mirip dengan Asam Lambung, Berikut Tanda Usus Buntu yang Harus Diwaspadai

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved