Piala AFF 2020
Jelang Final Piala AFF 2020, Crazy Rich Malang Berikan Bonus ke Timnas Indonesia
Crazy Rich Malang Gilang Widya Permana memberikan bonus sebesar Rp 500 juta bagi skuad Garuda sebagai bentuk dukungannya
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM - Suntikan semangat datang bagi Timnas Indonesia jelang berjumpa Timnas Thailand di final Piala AFF 2020.
“Crazy Rich Malang” Gilang Widya Permana memberikan bonus sebesar Rp 500 juta bagi skuad Garuda sebagai bentuk dukungannya.
Pemberian bonus Rp 500 juta bagi timnas Indonesia diberikan Gilang kepada Sekjen PSSI Yunus Nusi pada Senin 27 Desember 2021 siang.
Dilansir Tribun-Bali.com dari Kompas.com pada Rabu 29 Desember 2021 dalam artikel berjudul Cerita di Balik Bonus dari "Crazy Rich Malang" untuk Timnas Indonesia.
Adapun tujuan pemberian bonus sebesar Rp 500 juta oleh Crazy Rich Malang tersebut agar Timnas Indonesia semakin termotivasi ketika bertanding di final Piala AFF 2020.
Baca juga: Gaji Shin Tae-yong Selama Melatih Timnas Indonesia, Kapan Kontraknya Berakhir?
Saat melawan Thailand pada pertandingan leg pertama pada hari ini Rabu 29 Desember 2021 dan leg kedua Sabtu 1 Januari 2022 mendatang.
Sudah Lama Ingin Berikan Bonus
Co-founder dari MS Glow tersebut, mengaku sebenarnya telah lama ingin memberikan bonus tersebut.
Tepatnya pada saat Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B Piala AFF 2020.
“Jadi, sebenarnya ketika pertandingan melawan Malaysia sudah pengen memberikan bonus. Tapi, memang waktu saya belum bisa bertemu dengan Pak Sekjen (PSSI),” ucap Bos Arema FC tersebut.
“Kebetulan Sekjen lagi di Bali, mau ke Surabaya ada jeda ke Malang. Makanya bonus saya kasihkan, bonus hari ini, dan saya juga memberikan bonus jika Indonesia juara.
Biar teman-teman makin semangat lagi, makin berjuang maksimal di final,” kata Gilang Widya Pramana menambahkan.
Saat final Piala AFF 2020, Gilang Widya Pramana mengaku tidak bisa mendukung langsung Timnas Indonesia yang bermain di Stadion Nasional Singapura.
Walau begitu, dia memastikan dukungan moral dan doa akan selalu diberikan untuk mengiringi perjuangan pemain Timnas Indonesia membawa pulang trofi.
“Kalau dukung langsung harus karantina 14 Hari. Tapi yang pasti dukungan moral, doa, dan support pasti selalu saya berikan,” katanya, menegaskan.
Baca juga: Demi Kalahkan Indonesia, Manajer Thailand Siapkan Bonus Rp 11 Miliar, Bagaimana dengan Skuad Garuda?
Penantian Gelar Selama 25 Tahun
Jelang kontra Thailand di final Piala AFF 2020 hari ini Rabu 29 Desember 2021, Timnas Indonesia memiliki kans catatan minor dalam keikutsertaan di ajang turnamen bergengsi di Asia Tenggara, Piala AFF.
Dilansir Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Rabu 29 Desember 2021 dalam artikel berjudul Jadwal Final Piala AFF 2020 Indonesia vs Thailand Hari Ini Live RCTI, 25 Tahun Penantian Gelar, turnamen yang dimulai sejak 1996 (25 tahun lau) dengan nama Piala Tiger itu, Timnas Indonesia belum sekalipun mencicipi manisnya gelar juara.
Tak hanya itu, timnas Indonesia konsisten finis di peringkat dua dari lima kesempatan final sebelumnya. Pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016.
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong ingin mempersembahkan trofi Piala AFF yang pertama untuk Indonesia.
Shin Tae-yong Ingin Tanamkan Mental Kepada Anak Asuhnya
Berbekal 20 gelar sepanjang karier sepak bolanya, baik sebagai pemain ataupun pelatih, Shin Tae-yong ingin menanamkan mental tersebut kepada para punggawa Garuda.
"Tentu saja saya ingin menjadi juara, tetapi mengangkat trofi tidak terjadi hanya karena Anda menginginkannya," buka Shin Tae-yong, dikutip dari situs resmi AFF.
"Menjadi juara datang dengan cara melakukan yang terbaik di setiap pertandingan," sambungnya.
"Sebagai pelatih saya telah memenangkan lebih dari 20 gelar dan dari pengalaman itu saya ingin menanamkan mental yang kuat pada para pemain dan mencoba menjadi juara.
Baca juga: Riuh Komentar Soal Penolakan Ketua PSSI Hadir di Ruang Ganti Timnas Indonesia Final Piala AFF 2021
Mentalitas itu adalah sesuatu yang terus-menerus saya ceritakan kepada pemain," jelasnya.
Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Thailand dalam dua putaran, namun tidak ada hitungan untuk catatan gol tandang.
Pemain sayap skuat Garuda, Egy Maulana Vikri sangat bersemangat memberikan gelar pertama untuk Tanah Air.
"Kami tahu bahwa kami telah gagal lima kali, tetapi saat ini kami tidak memiliki tekanan, melainkan kami hanya tahu betapa besar peluang yang kami miliki.
Dan bahwa menjadi juara tidak datang dari berbicara tetapi dari kerja keras," ungkap Egy.
Pemain FK Senica itu tak peduli seberapa besar kekuatan Thailand saat ini, yang penting menurutnya, skuad Garuda tampil maksimal dan kerja keras di lapangan serta percaya diri.
"Kami harus percaya diri dan beberapa orang mungkin berpikir bahwa Thailand mungkin lebih kuat dari kami, tetapi saya tidak takut.
Bentuk bola bulat dan jika kami yakin akan pulang dengan trofi, maka tidak ada yang tidak mungkin," jelasnya.
Pada pertandingan nanti, Timnas Indonesia akan tampil tanpa Pratama Arhan yang menjalani hukuman larangan bermain karena akumulasi kartu kuning.
Sementara Thailand tampil tanpa Chatchai Budprom (kiper) dan Theerathon Bunmathan yang merupakan dua pilar penting bagi Alexander Polking.
Baca juga: Jelang Final Piala AFF 2020, Thailand Puji Indonesia: Tim Sangat Berbahaya dan Kuat Secara Ofensif
"Sayangnya Chatchai mengalami cedera ACL dan itu adalah berita buruk bagi kami. Theerathon adalah salah satu pemain kami yang paling berpengalaman.
Dia menjalani turnamen yang fantastis tetapi kami memiliki pemain lain dengan kualitas bagus yang siap dimainkan," jelasnya.
"Kami sedang mempersiapkan 180 menit dan kami harus bersiap untuk semua situasi yang berbeda. Kami tahu tentang rekor Indonesia.
Tetapi kami juga ingin memenangkan gelar untuk Thailand dan itulah yang kami persiapkan," lanjutnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/presiden-arema-fc-gilang-widya-1.jpg)