Ratu Elizabeth II Hendak Dibunuh dengan Crossbows, Penyusup Bersenjata Panah Terobos Kastil
Crossbows sering disebut sebagai 'mematikan tapi legal' di Inggris, karena tidak memerlukan lisensi atau registrasi dan dapat dibeli di internet.
TRIBUN-BALI.COM, LONDON - Ancaman pembunuhan dialami oleh Ratu Elizabeth II.
Seorang penyusup bersenjata ditangkap menerobos masuk ke halaman Kastil Windsor, saat Ratu Elizabeth II bersiap merayakan Natal bersama keluarga kerajaan Inggris lainnya.
Kepada Daily Mail pada Minggu (26/12/2021) sumber mengatakan pria itu memiliki senjata panah otomatis (crossbows), dan menggunakan tangga tali untuk memanjat pagar logam.
Polisi menolak membocorkan apa yang dia bawa, hanya saja mengakui itu adalah senjata ofensif.
Dia dilaporkan terlihat di CCTV berkeliaran di taman sekitar pukul 8.30 pagi setelah memanjat dinding luar. Tim respons bersenjata bergegas ke tempat kejadian dalam beberapa menit.
Tidak jelas apakah penyusup itu mendekati apartemen pribadi Ratu Elizabeth II. Polisi memastikan dia tidak memasuki gedung dan dengan cepat mengesampingkan motif teroris.
Tadi malam, seorang pria berusia 19 tahun dari Southampton ditahan atas dugaan “pelanggaran atau pelanggaran situs yang dilindungi” dan kepemilikan senjata ofensif.
Crossbows sering disebut sebagai 'mematikan tapi legal' di Inggris, karena tidak memerlukan lisensi atau registrasi dan dapat dibeli di internet.
Selang satu jam dari ancaman keamanan itu, Ratu Elizabeth II, menyambut Pangeran Charles dan Camilla ke kastil, untuk merayakan Natal di Windsor bukan Sandringham, mengingat kekhawatiran akan Covid-19.
Pangeran Edward dan Sophie tiba segera setelah itu dengan anak-anak mereka, Lady Louise (18 tahun) dan Viscount Severn (14 tahun).
Charles, Edward, dan istri mereka kemudian difoto saat mereka berjalan menuju kebaktian di Kapel St George di halaman kastil.
Ratu Elizabeth II melewatkan ibadat karena apa yang dipahami sebagai pilihan pribadi.
Semua keluarga kerajaan Inggris kemudian makan siang bersama.
Pembobolan itu terjadi ketika pemimpin monarki merefleksikan satu tahun kesedihan pribadinya, dalam pesan Natal yang sangat pribadi, pertama kali sejak kematian Pangeran Philip.
Ratu yang berusia 95 tahun mengatakan “kejahilannya dan keingin tahuannya terus terpanjar hingga akhir, seperti saat saya pertama kali melihatnya.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ratu-elizabeth-ii-afp.jpg)