Budaya

Roh Tersesat Dipakai Sarana Santet, Queen Athena Ingatkan Karma

Hidup dan mati (meninggal) adalah rahasia ilahi, dan tidak ada yang bisa menebak kapan akan terjadi. Untuk itu manusia dan makhluk hidup lainnya, hany

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribunnews
Ilustrasi Hantu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hidup dan mati (meninggal) adalah rahasia ilahi, dan tidak ada yang bisa menebak kapan akan terjadi. Untuk itu manusia dan makhluk hidup lainnya, hanya bisa menunggu dan tetap berupaya berbuat baik.

Agar mengurangi karma buruk dan memperbanyak karma baik. Sehingga mendapatkan nasib lebih baik.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang kerap menyia-nyiakan kesempatan di dalam hidupnya.

Sehingga lebih menyukai mencari jalan pintas, melakukan hal yang salah, hingga menumpuk dosa.

Queen Athena, salah satu indigo asal Jawa Timur mengingatkan akan adanya karma yang harus dibayar. Dari setiap hal yang kita lakukan.

Hal ini pun sesuai dengan ajaran Hindu di Bali, yang mengenal karmaphala atau hasil perbuatan.

Karmaphala pun erat kaitannya dengan ajaran agama Hindu. Seperti Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana.

Tri Kaya Parisudha, mengajarkan manusia agar berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik.

Dengan menerapkan ketiga hal ini, manusia akan menjaga diri dari karma buruk.

Sehingga mampu mengikis dosanya sedikit demi sedikit.

Lalu ada Tri Hita Karana, bagaimana diajarkan agar manusia bisa menjaga hubungan baik dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam semesta.

Baca juga: Bupati Buleleng Mutasi Enam Pejabat Dilingkup Pemkab Saat Akhir Tahun

Baca juga: Syakur, Pemilik Ponpes Darul Ulum Rudapaksa Santriwati Hingga Melahirkan, Mirip Herry Wirawan

Baca juga: Jelang Malam Pergantian Tahun 2022, Personel Gabungan Desa Ayunan Badung Pastikan Keamanan & Prokes

Sehingga diharapkan jika manusia menerapkan ajaran ini, niscaya saat meninggal nanti akan menemukan cahaya menuju Tuhan.

Sebab berdasarkan penglihatan batin Queen Athena, memang ada banyak roh yang tersesat.

"Biasanya itu karena mereka salah pati atau ulah pati," katanya.

Salah pati memiliki arti salah mati, atau meninggal tidak wajar seperti kecelakaan, dibunuh, atau bahkan dikenai sakit oleh ilmu hitam.

Kemudian ada ulah pati, atau meninggal karena membunuh dirinya sendiri.

"Biasanya arwah atau roh yang bunuh diri ini, memiliki penyesalan yang luar biasa. Dan kadang dendam, jadi agak sulit membantu mereka," ujarnya.

Roh-roh yang tersesat ini, akhirnya belum mendapatkan tempat menuju cahaya atau bahkan belum bisa bereinkarnasi.

Sehingga mereka gentayangan di dunia.

Untuk itu hanya doa dari manusia yang masih hidup yang bisa membantu mereka. Membantu prosesnya agar lebih baik.

Namun sayang, kata dia, masih banyak oknum-oknum manusia jahat yang menyalahgunakan roh-roh yang tersesat ini.

"Kadang ada yang dipakai pasugihan, kadang ada yang dipakai sarana santet dan lain sebagainya," ucap Queen Athena.

Hal tersebut sangat disayangkan, karena hanya akan membuat karma buruk bertambah banyak.

Kemudian roh yang digunakan juga membuat auranya kian gelap, sehingga prosesnya lebih lama menuju cahaya. Untuk itu, Queen Athena berpesan agar manusia bisa ikhlas sehingga tidak ada dendam.

Dan tidak membuat manusia salah jalan. Ia pun bersama tim Athena Fortune, membuat film pendek yang diangkat dari kisah nyata roh-roh penasaran ini.

"Tujuan kami adalah memberikan pembelajaran kehidupan, agar tidak ada lagi yang salah jalan," ujarnya. (ask)

Berita Budaya Lainnya

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved