Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

5 Kabar Baik Tentang Varian Omicron yang Bisa Jadi Akhir Pandemi Covid

Masih banyak hal yang kita tidak ketahui mengenai varian Omicron, dan memprediksi apakah varian baru ini akan berkembang menjadi sangat berisiko.

Editor: Bambang Wiyono
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 memang terus mengalami penurunan tingkat penularannya.

Namun dunia masih dihantui ketidakpastian, kita tidak tahu bagaimana atau kapan pandemi akan berakhir.

Di awal tahun 2022 ini, kita masih disuguhkan dengan ketidakpastiannya yang masih sangat tinggi.

Masih banyak hal yang kita tidak ketahui mengenai varian Omicron, dan memprediksi apakah varian baru ini akan berkembang menjadi sangat berisiko.

Kita tak bisa menutup mata, bahkan ketika situasinya bisa akan menjadi buruk, tapi kita bisa juga menemukan kabar baik yang memungkinkan kita tetap optimistis untuk membuka lembaran baru di tahun 2022.

1. Risiko lebih rendah Omicron untuk rawat inap dan kematian

Semakin banyak bukti menunjukkan orang yang terinfeksi varian Omicron lebih rendah berisiko untuk mendapat rawat inap di rumah sakit.

Analisa pertama berasal dari Afrika Selatan, yang menunjukkan mereka yang terinfeksi Omicron lebih rendah jumlahnya untuk mendapat perawatan di rumah sakit, dibandingkan pasien dengan varian lainnya, pada periode yang sama.

Juga, setelah dirawat di rumah sakit, orang yang terinfeksi Omicron memiliki risiko gejala serius yang lebih ringan dibandingkan mereka yang terinfeksi varian Delta.

Kasus ini sepertinya disebabkan oleh semakin tingginya tingkat imunitas populasi.

Di negara lainnya, penelitian yang memisahkan antara mereka yang terinfeksi dengan Omicron dan jumlah pasien yang masuk ke ICU kemudian meninggal karena Covid-19 juga bisa menjadi gambaran.

Meskipun masih sulit untuk menentukan apakah varian baru ini tidak terlalu menular atau apakah ini merupakan efek dari kekebalan populasi (efek infeksi sebelumnya dan vaksinasi), atau keduanya.

Di Afrika Selatan, dilaporkan 65 persen lebih sedikit yang menjalani rawat inap; di Skotlandia 60 persen dan Inggris 40 persen.

Laporan terbaru dari Imperial College London menyimpulkan bahwa orang yang terinfeksi Omicron sepertinya lebih sedikit untuk mendapatkan penanganan rumah sakit dibandingkan varian Delta.

Badan Keselamatan Kesehatan Inggris, dalam laporan penilaian resiko varian tersebut, menyatakan Omicron masuk kategori "risiko relatif sedang" kemungkinan rawat inap untuk Omicron dibandingkan dengan Delta (meskipun ini diakui bahwa masih belum ada data terkait tingkat keparahan waktu di rumah sakit atau kasus kematian).

2. Kasus menurun di beberapa negara

Di Norwegia, Belanda, Belgia, Jerman, Afrika Selatan atau Austria, jumlah kasusnya mulai menurun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved