Serba Serbi
Siwaratri, Jangan Lupa Jaga Kesucian Diri dan Berdoa Pada Dewa Siwa
Siwaratri sebagai hari suci umat Hindu, hendaknya dirayakan dengan penuh kesucian.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Siwaratri sebagai hari suci umat Hindu, hendaknya dirayakan dengan penuh kesucian.
Untuk itu, makna Siwaratri perlu dipahami oleh umat Hindu sehingga apa yang ingin dicapai sesuai tujuan yang baik dan benar.
Dalam Bhagavadgita, Pancama Adhyaya, sloka 25 dinyatakan sebuah kutipan.
'Labhante Brahma nirwanam rrayah krsna kalmarah, Chinna dwaidha yatatmanah sarwa bhuta-hite ratah'.
Baca juga: Siwaratri Tahun 2022 Jatuh Pada Tanggal 1 Januari 2022, Simak Makna Penting Perayaan Siwaratri
Artinya, orang suci yang dosa-dosanya termusnahkan.
Yang keraguannya terhapuskan, yang pikirannya telah terdisiplinkan dan yang bergembira melakukan kebajikan pada semua mahluk, mencapai penyatuan dengan Brahman.
Kutipan ini menegaskan bahwa manusia seharusnya mengupayakan perilaku hidup bersih dan baik serta benar.
Guna melepaskan segala dosa atau kekotoran (mala).
Serta menjaga dan saling mencintai sesama ciptaan Tuhan.
Dengan tujuan akhir agar mampu bersatu dengan Brahman.
Siwaratri sendiri, dikenal sebagai hari penting umat Hindu.
Sebab dipercaya bahwa saat Siwaratri, Dewa Siwa beryoga semadi.
Sehingga diharapkan umat yang ikut beryoga semadi, akan mendapatkan berkah dari Dewa Siwa.
Sehingga tujuan Siwaratri adalah untuk mencapai kerahayuan hidup atau kebahagiaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-persembahyangan-siwaratri-di-pura-jagatnatha-denpasar.jpg)