Breaking News:

Berita Klungkung

Ditertibkan Aparat, Sehari Rata-rata Terdapat 150 Pedagang Bermobil di Terminal Galiran Klungkung

"Jumlah pedagang bermobil di Galiran ini fluktuatif. Daya tampung terminal sampai 175 pedagang bermobil, tapi setiap harinya rata-rata ada 150 pedagan

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Eka Mita
Aparat gabungan melakukan penertiban pedagang bermobil di Terminal Galiran Klungkung, Rabu (5/1). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung tengah fokus dalam melakukan penertiban terhadap para pedagang bermobil yang kerap berjualan di Terminal Galiran

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa menjelaskan, dalam sehari rata-rata terdapat lebih dari 150 pedagang bermobil yang parkir di Terminal Galiran

"Jumlah pedagang bermobil di Galiran ini fluktuatif. Daya tampung terminal sampai 175 pedagang bermobil, tapi setiap harinya rata-rata ada 150 pedagang lah," ungkap Ardiasa.

Pedagang bermobil itu tidak hanya berasal dari Klungkung, namun juga dari daerah lainnya seperti Bangli dan Karangasem. 

"Pedagang bermobil ini biasanya berjualan bawang, cabai, bunga dan cabai. Mereka pada intinya tidak boleh berjualan di area terminal, kalau di dalam area pasar silakan," tegasnya.

Baca juga: PROMO BURGER KING Rabu 5 Januari 2022, Buy 1 Get 1

Baca juga: Manfaat Ampas Kopi yang Ternyata Sangat Ajaib, Bisa Membasmi Kutu Hingga Mengempukkan Daging

Baca juga: Maggot Jadi Solusi untuk Peternakan Ayam di Jembrana

Sebelumnya, Para pedagang bermobil yang sedang parkir di Terminal Galiran Klungkung, dikagetkan dengan kehadiran aparat gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung, Rabu (5/1).

Bahkan ada empat pedagang bermobil yang ketahuan berjualan di area terminal, sehingga mereka langsung dikeluarkan dari terminal.

Penertiban para pedagang bermobil ini dilakukan aparat gabungan sekitar pukul 09.30 Wita.

Petugas awalnya mendapatkan keluhan dari para pedagang di dalam Pasar Galiran, jika ada praktik jual-beli di dalam terminal oleh beberapa oknum padagang bermobil.

Padahal sesuai ketentuan, terminal tersebut hanya untuk lokasi parkir sementara.

Sementara untuk berjualan, para pedagang bermobil tetap harus berjualan di dalam pasar sesuai nomor urut yang diberikan petugas pasar.

"Pagi ini kami datang terminal, memindaklanjuti adanya keluhan dari para pedagang di Pasar Galiran jika ada pedagang bermobil melakukan transaksi jual beli di dalam terminal.  Setelah kami turun bersama Dishun dan Dinas Perdagangan, begitulah adanya. Kami temukan ada pedagang bermobil berjualan di dalam terminal," ujar Kasatpol PP Klungkung I Putu Suarta, Rabu (5/1).

Ada 4 pedagang bermobil yang kedapatan berjualan di dalam terminal.

Baca juga: Promo Alfamart Besok Kamis 6 Januari 2022, Pantene Rp 16.900 Pepsodent Rp 10.000

Baca juga: Peraih Suara Tertinggi Dapil Blahbatuh-Tampaksiring Buka Suara Soal Pecah Dapil

Baca juga: Promo Indomaret HEBOH Besok Kamis 6 Januari 2022, Diapers Goon Rp 44.900 Paseo Beli 1 Gratis 1

Sehingga aparat gabungan mengambil tindakan tegas, dengan meminta empat pedagang bermobil itu keluar area terminal dan kartu no urut untuk berjualan di dalam pasar juga dicabut.

Para pedagang itu berjualan sayuran, bawang, ataupun cabai.

"Kami harus bertindak tegas. Kami sudah berulang kali sosialisasi dan pembinaan, tapi tetap saja ada yang melanggar dengan tetap berjualan di dalam terminal. Kami akan monitor terus, jika kami temukan lagi kami akan bawa ke tipiring," tegas Putu Suarta.

Menurut Suarta, pedagang bermobil itu berjualan di dalam terminal dengan alasan "masalah perut".

Padahal sudah disediakan lokasi berjualan di dalam pasar.

" Mereka alasanya masalah perut. Padahal kami sudah sediakan tempat di dalam area pasar untuk berjualan," jelasnya. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved