Breaking News:

Travel

Kisah di Balik Nasi Babi Guling Rp 5 Ribu di Jalan Hayam Wuruk Denpasar

Penjual nasi babi guling Rp. 5 ribu, Agus Indrawan mengatakan nasi babi guling ini merupakan peralihan usahanya pasca dihantam pandemi Covid-19. 

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Babi guling Rp. 5 ribu dijalan Hayam Wuruk Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kuliner nasi babi guling dengan harga Rp. 5 ribu mungkin saat ini mudah ditemui.

Salah satunya di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, depan Bank BNI.

Penjual nasi babi guling Rp. 5 ribu, Agus Indrawan mengatakan nasi babi guling ini merupakan peralihan usahanya pasca dihantam pandemi Covid-19. 

Sebelumnya, Agus merupakan Tour Guide Freelance yang memang menggantungkan hidupnya dengan pariwisata.

Sedangkan seperti yang kita ketahui bersama kini pariwisata Bali telah redup akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Nikmati Babi Guling Mahendra di Tengah Kota Denpasar, Harganya Mulai Rp 20 Ribu

Baca juga: Doddy Sudrajat Bersedia Damai Dengan Haji Faisal, Asalkan Lakukan Hal Ini

Baca juga: UPDATE JERINX vs ADAM DENI: Sidang Hari ini Hakim Tolak Eksepsi, Adam Deni Dihadirkan Pekan Depan

"Awal mula saya buka babi guling jinggo karena efek pandemi Covid-19. Jadi kita sekeluarga itu sudah tidak kerja bingung mau ngapain. Awal mulanya orangtua nitip makanan diwarung kayak pesan dan itu prospek untuk dapat uangnya lebih kurang sih. Karena itu bukan dagangannya kita yang di-push untuk laku. Jadi saya fix jualan," ungkapnya memulai cerita pada, Rabu (5 Januari 2022). 

Orangtua Agus sebenarnya memberatkan Agus untuk berjualan nasi babi guling dijalan karena pandemi Covid-19 masih ada.

Namun karena Agus merasa berjualan langsung dijalanan lah yang dapat menyambung hidup keluarganya, ia pun menyakinkan keluarganya bahwa ia akan baik-baik saja. 

"Jualan di jalan pada satu tahun lumayan hasilnya. Kurang lebih satu setengah tahun sudah jualan dijalanan. Awal jualannya kurang lebih bulan Juni 2021. Kalau sehari dulu sebelum PPKM kita sampai over order sampai 250 bungkus jadi setelah ada PPKM turun drastis ke 60 terus naik-naik sekarang lebih dari 100," imbuhnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved