Berita Bali
Dapat Anugerah Dewi Durga, Alasan Sukmawati Soekarnoputri Masuk Hindu
Dapat Anugerah Dewi Durga, Alasan Sukmawati Soekarnoputri Masuk Hindu. Sukmawati Soekarnoputri mengejutkan publik setelah memutuskan memeluk Hindu
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
“Waktu era Soeharto kan PNI dilebur menjadi satu dengan PDI. Jadi kami ingin tetap PNI ada, PNI asli yang memiliki sejarah dari Bung Karno,” katanya.
Sejak saat itu, Sukmawati menjadi lebih aktif dalam urusan politik, khususnya untuk mengembangkan PNI ke berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga waktunya di dunia seni tari pun, terus menerus berkurang.
“Kurang lebih 20 tahun saya berkecimpung, dan bergelut di dunia politik dengan PNI ini. Kemudian sering juga kunjungan kerja ke Bali,” jelasnya.
Hingga ia bertemu pemuda dari Bali, yang dianggapnya militan, cerdas, rajin, dan visioner bernama Arya Wedakarna (AWK). Kala itu, kata dia, AWK menjadi Ketua DPD PNI Bali.
“AWK pun memberikan pengaruh kepada saya tentang agama Hindu. Sebab setiap ada kunker, AWK selalu meminta izin untuk sembahyang,” ujarnya.
Lambat laun, akhirnya Sukmawati ingin tahu seperti apa tata cara sembahyang AWK di pura-pura.
“Jadi kebiasaan AWK yang religius itu juga memengaruhi saya,” tegasnya.
Sehingga ibunda dari 3 orang anak ini, terus mendalami bagaimana sembahyang cara Hindu dan apa saja yang dilakukan orang Hindu.
Kian meresapi dan menghayati, membuatnya kian ingin tahu dan mendalami tentang Hindu. Hingga akhirnya Sukmawati memutuskan untuk benar-benar memeluk Hindu.
Proses sudhi wadani pun dilakukan sesuai dengan tata cara aturan yang berlaku di dalam Hindu Bali.
Baca juga: Kisah Sukmawati Soekarnoputri dan Bali, Gamelan yang Jadi Terapi saat Bung Karno Wafat
“Ya sampai akhirnya saya kembali ke agama leluhur,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan, sebab memang leluhur Sukmawati, yaitu mendiang nenek kandungnya adalah umat Hindu yang berasal dari Singaraja.
“Waktu saya usia 6-7 tahun masih ketemu beliau di Blitar, tetapi sudah duduk saja di tempat tidur. Beliau berpesan agar saya menari,” jelasnya.
Sebab mendiang neneknya memang selalu ngayah menari di pura di Singaraja.
“Ya jadinya memang darah di nadi saya juga ada darah Balinya,” ucap Sukmawati.