Berita Bali

Dapat Anugerah Dewi Durga, Alasan Sukmawati Soekarnoputri Masuk Hindu

Dapat Anugerah Dewi Durga, Alasan Sukmawati Soekarnoputri Masuk Hindu. Sukmawati Soekarnoputri mengejutkan publik setelah memutuskan memeluk Hindu

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Sukmawati saat menarikan tarian topeng keras, dan beberapa tarian khas daerah di Indonesia. Dapat Anugerah Dewi Durga, Alasan Sukmawati Soekarnoputri Masuk Hindu. 

Ia pun melalui semua rangkaian upacara untuk resmi memeluk agama Hindu.

Sukmawati menambahkan, ia kerap ngayah menari di pura yang ada di Bali.  Ia pula menceritakan pengalaman mistisnya sebelum memeluk Hindu.

“Saya dapat peranan magis dan mistis, sebetulnya berat sih, kalau dengar cerita,” katanya.

Kisah itu berawal dari dosen tarinya yang menyuruh Sukmawati menarikan sebuah lakon di suatu pementasan di Jakarta. Kala itu ibunda dari Paundrakarna ini, menarikan peran Ratu Niang Calon Arang.

“Peran ini kan sangat merakyat di Bali, dan saya mendalami bagaimana memerankan ini,” ucapnya.

Dalam proses memperdalam karakter Ratu Niang Calon Arang itu, Sukmawati mendapatkan pengalaman mistis.

“Saya seperti direstui oleh beliau, bukan oleh Ratu Niang Calon Arangnya. Tetapi oleh Bhatari Durga sendiri,” sebutnya.

Ratu Niang Calon Arang sendiri, jelas dia, adalah tokoh sejarah di Jawa Timur, Kediri, dan situsnya masih ada di sana.

Baca juga: Pengertian Yadnya dan Panca Yadnya Dalam Hindu di Bali 

“Di Bali pun masih ada napak tilasnya ya, karena Ratu Niang Calon Arang ini kan istri dari Mpu Kuturan,” jelasnya.

Zaman dahulu Mpu Kuturan ke Bali karena diundang oleh Raja Udayana untuk menata agama Hindu di Bali.

Sukmawati mengaku, tatkala mendapatkan anugerah dari Bhatari Durga antara mimpi dan tidak mimpi atau antara sadar dan tidak sadar. Sehingga pengalaman magis dan mistis itu tidak bisa dilupakannya begitu saja.

“Saya rasakan itu sebagai restu dari beliau untuk tampil menari,” katanya.

Ia pun sangat mencintai segalanya tentang Hindu, baik alam Bali, kehidupan religius masyarakatnya, hingga adat-budayanya.

Salah satu filosofi yang membuatnya kagum adalah konsep Tri Hita Karana, yaitu menjaga keseimbangan hubungan antar manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan.

Mimpinya kini adalah mengajarkan banyak kaula muda untuk mencintai seni tari. Ia pun membuat Studio Inspirasi dengan beberapa penari lokal Bali yang memang mahir menari.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved