Berita Jembrana

Enam Truk Sampah Dalam Kondisi Rusak di Jembrana, Penanganan Sampah Jadi Tak Maksimal

untuk sampah di Jembrana sendiri terhitung sudah hingga mencapai 100 ton per harinya. Bahkan, puluhan ton sampah belum ditangani dan terbuang

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Enam buah truk sampah masih dalam kondisi rusak Jembrana.

Hal ini pun membuat penanganan sampah menjadi tidak maksimal.

Padahal, untuk sampah di Jembrana sendiri terhitung sudah hingga mencapai 100 ton per harinya. Bahkan, puluhan ton sampah belum ditangani dan terbuang ke lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa menyatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan upaya untuk menangani sampah.

Baca juga: Sebanyak 103 Kilometer Lebih Jalan di Jembrana Rusak Parah & 170 Kilometer Jalan Rusak Ringan

Dari 32 armada truk pengangkut sampah, enam diantaranya sudah rusak dan akan segera diperbaiki.

32 kendaraan ini tersebar mulai dari atau berada di lokasi strategis yakni pasar dan TPS, TPST dan TPR.

“Kalau dihitung dari luas wilayah tidak akan cukup armada segitu. Tapi kami akan optimalkan,” ucapnya Senin 10 Januari 2022.

Pihaknya juga telah berusaha, bahkan menggandeng pihak swasta untuk melaksanakan edukasi kepada masyarakat. Atau untuk menggencarkan pemilahan sampah.

Dan untuk truk sendiri, memang saat ini sedang dalam masa perbaikan tergantung kerusakan.

“Kalau memang rusak berat akan diganti. Awal Januari sudah pembuatan-pembuatan bak kontainer untuk mengganti yang rusak berat,” jelasnya.

Ari mengaku, bahwa timbulan sampah di Kabupaten Jembrana sekitar 164 ton per hari.

Namun yang diangkut ke TPA Peh sebanyak 40 ton.

Jumlah itu, diangkut dengan 23 armada dan 17 unit diantaranya truk khusus untuk mengangkut sampah.

Truk tersebut mengangkut sampah dari 32 kontainer yang tersebar di sejumlah tempat strategis dan tempat pembuangan sementara.

Baca juga: Rumah Bendesa Pendem Jembrana Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Capai Rp 250 Juta Lebih

Pihaknya juga akan melakukan penambahan sarana dan prasarana, dan yang terpenting masyarakat tidak membuang ke lingkungan.

"Masyarakat juga harus ikut serta dalam menangani sampah ini, paling tidak melakukan pemilahan sampah dari sumber atau rumah tangga, sehingga sampah yang dibuang hanya residu," imbuhnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved