Breaking News:

Berita Bangli

MDA Bangli Dukung Kenaikan Insentif Bagi Bendesa Adat, Ketut Kayana: Wajar

program pembangunan yang terkait dengan desa adat dari waktu ke waktu dibawah kepemimpinan Gubernur Bali I Wayan Koster, setelah keluarnya Perda No.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ketua MDA Bangli, I Ketut Kayana 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bangli, I Ketut Kayana mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, untuk menaikkan insentif kepada Bendesa adat se-Bali.

Menurut Kayana, upaya yang dilakukan Pemprov merupakan salah satu bentuk perhatian.

Kayana saat dihubungi Senin (10/1/2022) menjelaskan, program pembangunan yang terkait dengan desa adat dari waktu ke waktu dibawah kepemimpinan Gubernur Bali I Wayan Koster, setelah keluarnya Perda No. 4 tahun 2019, memang betul-betul program pemerintah yang terkait dengan keberadaan adat sangat padat sekali.

Sehingga bendesa-bendesa adat, prajuru adat, dan seluruh krama adat, memang beban kerjanya semakin meningkat.

Baca juga: Dilanda Hujan Lebat, Empat Kecamatan di Bangli Dikepung Bencana

"Terkait dengan hal itu, karena yang mengeksekusi adalah Bendesa adat dengan jajarannya. Wajar saja untuk menunjang aktifitas itu, ada insentif dari pemerintah. Dan insentif itu, kalau kita cari cukupnya kan belum cukup. Tapi tyang rasa sudah ada niat baik bentuk penghargaan dari pemerintah kepada Bendesa Adat yang ada di Bali dan di Bangli khususnya," ucap dia.

Kayana sangat mendukung dengan adanya kebijakan menaikkan insentif para Bendesa menjadi Rp 2,5 juta.

Ini merupakan peningkatan setelah sebelumnya, insentif Bendesa hanya sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

"Itu sejak zaman pak Koster. Sebelum itu memang ada insentif, tapi dari APBD II. Itu besarannya Rp 500 ribu," ucap mantan Bendesa Adat Sala itu.

Tak hanya insentif bagi Bendesa, Kayana mengatakan pada tahun ini pertama kalinya perbekel di Bali juga mendapatkan insentif sebesar Rp 1,5 juta.

"Beliau-beliau ini kan sudah punya gaji sesuai aturannya. Tapi sekarang diberikan insentif. Sebelum-sebelumnya tidak pernah diberikan yang klasifikasinya insentif," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved