Breaking News:

Berita Tabanan

Sekaa Truna Masih Ragu Garap Ogoh-ogoh, Disbud dan MDA Kabupaten Tabanan Tegaskan SE MDA Bali 

Dinas Kebudayaan serta beberapa instansi terkait telah menggelar pembahasan mengenai dibolehkannya perayaan Hari Pangrupukan dengan ogoh-ogoh

Istimewa
Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Marga bersama Muspika serta Bendesa Adat se-Kecamatan Marga menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan pawai ogoh-ogoh pada Hari Pangrupukan Nyepi Tahun Caka 1944 di Kantor Camat Marga, Jumat, 7 Januari 2022 lalu 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Dinas Kebudayaan serta beberapa instansi terkait telah menggelar pembahasan mengenai dibolehkannya perayaan Hari Pangrupukan dengan ogoh-ogoh dalam rangkaian Hari Raya Nyepi tahun saka 1944 pada Maret tahun 2022 mendatang lewat SE yang diterbitkan MDA Bali.

Baca juga: MDA Kec. Marga Sepakati Pawai Ogoh-ogoh Dengan Syarat, Bendesa Adat Diminta Tentukan Rute Pawai

Baca juga: Kabupaten Tabanan Dapat Tambahan 30 Ribu Dosis Vaksin, Persiapan Sambut Vaksinasi Booster

Pembahasan tersebut menyepakati bahwa dalam satu wilayah banjar adat hanya boleh ada 1 ogoh-ogoh saja.

Sedangkan disisi lain para pemuda di desa adat masih meragukan SE dari MDA Bali tersebut sebab kemungkinan saja SE tersebut bisa dicabut karena disesuaikan dengan kondisi dan situasi nantinya. 

Pihak desa adat juga tak menampik bahwa para pemuda saat ini cenderung masih pasif menyambut SE tersebut.

Para yowana atau pemuda akan membuat ogoh-ogoh dalam waktu dekat sebelum Hari Raya Nyepi.

Karena dikhawatirkan nantinya SE tersebut dicabut sedangkan sekaa truna sudah membuat ogoh-ogoh. 

Menurut Kesekretariatan Adat Desa Kelating, Dewa Nyoman Anggara Wijaya Putra, sejak SE MDA Bali tersebut terbit para yowana sejatinya sangat gembira.

Baca juga: MDA Kec. Marga Sepakati Pawai Ogoh-ogoh Dengan Syarat, Bendesa Adat Diminta Tentukan Rute Pawai

Apalagi, selama ini perayaan Hari Raya Nyepi di Bali tentu tidak bisa lepas dari tradisi pengarakan ogoh-ogoh yang dilakukan saat hari pengerupukan sehari menjelang Hari Raya Nyepi.

Namun, ketika melihat beberapa poin di dalamnya atau salah satunya SE bisa berubah seiring kondisi dan situasi menimbulkan yowana ragu.

Hal yang paling dikhawatirkan adalah  ketika ogoh-ogoh dibuat oleh yowana, nantinya akan ada kembali peraturan baru yang melarang pembuatan ogoh-ogoh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved