Breaking News:

Berita Bali

Investor Saham di Bali Tahun 2021 Naik 94,83 Persen, BEI Optimistis Tahun 2022 Semakin Meningkat

Pada tahun 2021, Jumlah investor pasar modal di Bali baik saham, obligasi, reksadana dan produk turunannya sebanyak 148.270 investor.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kepala Perwakilan BEI Denpasar, Agus Andiyasa. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada tahun 2021, Jumlah investor pasar modal di Bali baik saham, obligasi, reksadana dan produk turunannya sebanyak 148.270 investor.

Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 69.653 investor baru atau 89 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk investor saham di Bali tahun 2021 sebanyak 75.392 investor.

“Jumlahnya naik sebesar 36.695 investor baru atau 94,83 persen dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali, I Gusti Agus Andiyasa Kamis 13 Januari 2022.

Baca juga: Beroperasi di Atas Tanah Milik Investor, Objek Wisata The Beach Love Tabanan Ditutup Sementara

Jika dilihat dari pertumbuhan investor saham baru setiap bulannya, secara year on year (YoY) di tahun 2021 mengalami pertumbuhan 119 persen.

Sementara itu, sepanjang tahun 2021, total transaksi saham di Bali sudah mencapai kurang lebih Rp 46,9 triliun.

Jumlah ini sudah mencapai 191 persen dari total transaksi saham di tahun 2020 sebelumnya atau meningkat 91 persen.

Dari sebaran wilayah, Kota Denpasar menempati posisi pertama untuk jumlah investor saham tertinggi di Bali yakni sebesar 41 persen.

Disusul Badung dengan besaran 18 persen, Gianyar sebesar 10 persen, Buleleng sebesar 9 persen, Tabanan 8 persen, Karangasem dan Jembrana sebesar 4 persen, Klungkung 3 persen dan Bangli sebesar 3 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved