Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Simak Makna Pengerupukan Sebagai Wujud Solidaritas Umat Hindu

Setiap tahun umat Hindu merayakan pergantian tahun Saka atau yang dikenal dengan hari suci Nyepi.

Tayang:
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Karsiani Putri
Dok. Instagram @st.gemehindah
Ogoh-ogoh Sang Maungpati Banjar Gemeh Denpasar pada beberapa waktu lalu 

Untuk itulah, biasanya ogoh-ogoh diwujudkan dalam bentuk menyeramkan dan mengerikan layaknya bhuta kala.

Seperti bentuk besar dengan rambut panjang kasar, dan gigi bertaring.

Kuku panjang serta mata mendelik.

Layaknya perwujudan bentuk raksasa. 

Para pemuda di Bali, akan membuat ogoh-ogoh sejak awal tahun.

Sebab memang diperlukan waktu yang cukup lama, untuk menyusun kerangka ogoh-ogoh yang cukup besar.

Bahkan di beberapa tempat, ogoh-ogoh dibuat hampir menyamai tingginya pohon beringin. 

Bahan-bahan pembuat ogoh-ogoh seperti bambu yang diulat, kemudian busa dan bahan lainnya.

Namun kini banyak sekaa muda-mudi yang telah menggunakan bahan lebih ramah lingkungan.

Untuk pembuatan satu ogoh-ogoh pun terbilang cukup mahal, dari ratusan ribu untuk ukuran kecil hingga jutaan untuk ukuran yang lebih besar. 

Jika kreatif, maka ogoh-ogoh yang dibuat bisa bergerak layaknya hidup.

Dengan diisi alat-alat di dalamnya sebagai penggerak.

Namun karena pandemi Covid-19, yang melanda sejak dua tahun lalu.

Kegiatan ngerupuk pun ditiadakan sementara.

Agar menghindari kerumunan manusia, sehingga tidak menimbulkan klaster baru penularan virus. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved