Breaking News:

Berita Denpasar

Pemkot Denpasar Adakan Operasi Pasar, Minyak Goreng Dijual Rp19.500 Per Liter

Jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang terdiri dari Perum Bulog Bali, Disperindag Kota Denpasar dan Polresta Denpasar melakukan operasi pasar.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Operasi pasar di Pasar Badung, Bali, Sabtu 15 Januari 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jajaran Pemerintah Kota Denpasar yang terdiri dari Perum Bulog Bali, Disperindag Kota Denpasar dan Polresta Denpasar melakukan operasi pasar.

Dalam kegiatan operasi pasar ini, berbagai macam kebutuhan pokok dijual seperti beras putih kemasan biasa, beras merah, minyak goreng, gula hingga daging. 

Ketika diwawancarai, Muhammad Husein selaku Manager Bisnis Bulog Bali mengatakan, kegiatan operasi pasar pada pagi hari ini yakni, Jumat 14 Januari 2022 bekerja sama dengan Polresta Denpasar dan Disperindag kota Denpasar dan instansi lainnya.

Baca juga: Badut Tak Mau Pergi Sebelum Diberi Uang, Pengamen Masih Menjamur di Kota Denpasar

"Dengan adanya kenaikan bahan pokok, khususnya pada minyak goreng dan gula jadi kami menyediakan kebutuhan bahan pokok tersebut untuk operasi pasar pada pagi hari ini."

"Untuk harga jual gula dengan harga Rp12.500 ribu kalau di pasaran kami melihat range harganya Rp13 ribu sampai Rp14 ribu."

"Kemudian minyak goreng kita jual dengan harga Rp19.500 ribu untuk di pasaran sudah menyentuh harga Rp21 ribu sampai Rp22 ribu," jelasnya pada, Jumat 14 Januari 2022. 

Sementara itu menurut Ni Nym Sri Utari, selaku Kadis Perindag Kota Denpasar, harga minyak goreng naik karena bahan dasar dari minyak yang mahal. 

Baca juga: BBMKG Denpasar Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Bali NTB 13-14 Januari 2022

"Jadi VCO yang mahal karena harga dasar sudah naik, otomatis harga di pasaran sudah naik juga. Untuk stok aman-aman saja bisa tercukupi untuk masyarakat."

"Inilah kebijakan dari pemerintah melalui Bulog agar bisa membantu meringankan beban masyarakat. Kita dengan tim di Kota Denpasar selalu setiap Senin sampai Kamis selalu melakukan monitoring ke pasar-pasar," kata Sri. 

Sedangkan, Mikael Hutabarat selaku Kasat Reskrim Polresta dan juga Satgas Pangan Polresta mengatakan, tujuannya melakukan operasi pasar ini untuk mengantisipasi hal-hal yang menjadi perhatian publik. 

Baca juga: Warung Tipat Cantok Ibu Dayu Denpasar, Seporsi Hanya Rp 7 Ribu dengan Proses Pembuatan Tradisional

"Saat ini kami khususnya satgas pangan Polresta Denpasar tetap melakukan penyelidikan terkait kenaikan harga dan bagaimana ketimpangan yang terjadi di pasar untuk kebutuhan masyarakat."

"Namun saat ini kami belum temukan pelanggaran. Naik turunnya harga karena ketersediaan stok yang terlambat. Kami Bulog dan Disperindag Kota Denpasar tetap memonitoring seluruh pasar di Kota Denpasar memantau setiap harga agar tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved