Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Mengenal Trigger Finger yang Ternyata Lebih Berisiko Terhadap Perempuan

Trigger finger adalah ketidakmampuan untuk meluruskan atau menekuk jari akibat tendon yang terperangkap.

Tayang:
Editor: Sabrina Tio Dora Hutajulu
POSKUPANG
ILUSTRASI jari tangan - Perempuan Lebih Berisiko Kena Trigger Finger 

5. Bisa lebih parah jika tak terobati

Meski terdengar sepele, namun kondisi ini bisa lebih parah jika dibiarkan tak terobati.

Rizky menjelaskan, penderita trigger finger akan merasakan nyeri pada jarinya.

Ketika jari terasa nyeri, ia cenderung enggan menggerakkan atau menekuk jarinya.

"Karena itu, jari akan terkunci terus pada posisi fleksi (menekuk). Kalau dibiarkan terlalu lama akn menjadi semi-permanen atau permanen," ungkapnya.

Ketika mulai merasakan gejala, cobalah melakukan penanganan mandiri terlebih dahulu dengan mengistirahatkan tangan.

Lakukan peregangan jari di rumah dengan melakukan pijatan-pijatan tertentu dan gunakan splint di malam hari supaya kondisi ini tidak terlalu mengganggu di pagi hari.

Baca juga: Apakah Minum Kopi Membahayakan Kesehatan Ginjal? Berikut Penjelasannya

Baca juga: Siapa Saja yang Paling Beresiko Alami Penyakit Ginjal? Salah Satunya Perokok

Jika ketiganya tidak bisa meredakan gejalanya, segeralah bertemu dengan dokter.

Dokter nantinya akan mendiagnosa untuk memastikan masalah yang diderita adalah trigger finger atau bukan.

Jika iya, salah satu tindakan yang dilakukan adalah tindakan injeksi dengan steroid dan anti-nyeri, yang efektivitasnya mencapai sekitar 70 persen.

Jika hasil tidak memuaskan, bahkan setelah pasien dipasangkan splint jari, maka diperlukan pembebasan tendon dengan operasi minimal invasif.

"Kalau sejak awal pembebasan dilakukan, setelah semua terapi dilakukan, biasanya dia (jari yang menekuk) akan kembali mendekati normal."

"Jika pembebasan dilakujan setelah posisi kaku, tidak akan sebagus kalau kami kerjakan sejak awal," tuturnya.

Pada beberapa kasus, trigger finger bisa sembuh sendiri, namun sering kali tidak demikian.

Jika trigger finger sudah terjadi dan pasien tidak melakukan perubahan di kesehariannya, maka kemungkinan kondisi itu tidak akan sembuh. (*)

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Perempuan Lebih Berisiko Kena Trigger Finger, Gejala Lainnya Apa Selain Jari Tak Bisa Ditekuk

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved