Berita Bali

Pemprov Bali Buka Peluang Pekerjakan Eks Gepeng dan Pengamen di Proyek-proyek Pemerintah

Pasalnya, keberadaan pengamen dan gepeng yang seringkali menggunakan pakaian adat Bali justru merusak citra Bali

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Pemprov Bali langsung menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Gepeng dan Pengemis Jalanan bertempat di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa 25 Januari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maraknya fenomena pengamen jalanan dan gepeng di sudut-sudut jalan protokol di kawasan Denpasar dan Badung membuat Pemprov Bali meradang.

Pasalnya, keberadaan pengamen dan gepeng yang seringkali menggunakan pakaian adat Bali justru merusak citra Bali.

Bahkan, untuk membahas persoalan tersebut Pemprov Bali langsung menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Gepeng Dan Pengemis Jalanan bertempat di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa 25 Januari 2022.

Pada rapat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace berharap agar para pengamen dan gepeng tersebut segera ditindak oleh petugas yang berwenang.

Baca juga: Dua Tahanan Polres Jembrana yang Kabur Berhasil Dibekuk, Satu Diantaranya Pengamen Badut

Hanya saja, ia mengingatkan bahwa dalam penindakannya tersebut harus dilakukan dengan cara yang mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Jadi pertama-tama tentu kita bina dulu, diajak bekerja bagi mereka yang tidak punya pekerjaan, atau dipulangkan.

Kita tidak bicara sanksi, pokoknya kita kedepankan asas kemanusiaan terlebih dahulu.

Jika terus dilakukan berulang-ulang baru akan dikenakan sanksi,” ujarnya.

Ia menyebut seringkali saat diamankan petugas Satpol PP banyak para gepeng dan pengamen tersebut beralasan bahwa mereka kehilangan mata pencaharian akibat pandemi Covid-19. 

Padahal menurut Cok Ace mereka bukan dari kelompok yang terdampak langsung dari pandemi ini, yakni para pekerja pariwisata.

Kendatipun terdampak, namun tidak terlalu signifikan.

Sehingga, Wagub Cok Ace tentu sangat menyayangkan fenomena tersebut.

"Jika dilihat dari peralatan yang mereka gunakan, harganya tergolong mahal. Bahkan membaca teks lagu melalui telepon pintar. Takutnya mereka ada yang membiayai," ungkap Cok Ace yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov Bali I Dewa Nyoman Rai Darmadi.

Tokoh Puri Ubud itu pun melanjutkan Satpol PP sudah kerap kali melakukan penertiban, dan mereka kewalahan.

Baca juga: Badut Tak Mau Pergi Sebelum Diberi Uang, Pengamen Masih Menjamur di Kota Denpasar

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved