Tekno

Huawei Berkontribusi Terhadap Separuh dari Seluruh Proyek 5G Lintas Industri di Dunia

Hal ini sebagai tindak lanjut setelah mengadopsi Konsolidasi Strategi dalam Revolusi Industri Keempat (4IR) pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Webinar Embracing the 4IR: Outlook, Strategies, and Plans for ASEAN, pada Sabtu 29 Januari 2022. 

Laporan waratwan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - ASEAN menyelenggarakan webinar untuk menyosialisasikan Strategi, yang mengangkat tema Embracing the 4IR: Outlook, Strategies, and Plans for ASEAN, pada Sabtu 29 Januari 2022.

Hal ini sebagai tindak lanjut setelah mengadopsi Konsolidasi Strategi dalam Revolusi Industri Keempat (4IR) pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-38 di bulan Oktober tahun lalu.

Hadir sebagai pembicara kunci dalam webinar ini Deputi Sekretaris-Jenderal Masyarakat Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh dan Duta Besar Australia untuk ASEAN, Will Nankervis.

Pemateri yang hadir meliputi Advisor for Indonesia Joint Crediting Mechanism Dicky Edwin Hindarto, Co-Founder & CEO Nusantics Sharlini Eriza Putri, ASEAN Director Techstars Thailand/Impact Collective, Amarit Charoenphan,

Baca juga: Tingkatkan Pendeteksian Keamanan Siber, BSSN dan Huawei Gelar Lokakarya Honeynet Project di Bali

Kemudian, Association of Southeast Asian Teacher Education Network Dr. Le Hoang Dung mewakili dan President, Strategy Marketing Dept, Huawei Asia Pacific Region, David Lu mengisi acara sebagai panelis.

Strategi dibangun di atas 73 inisiatif terkait 4IR yang telah dilaksanakan oleh ASEAN selama ini, yang diharapkan jumlahnya terus bertambah. 

Mengingat pentingnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan untuk mewujudkan Industry 4.0, penyedia teknologi mutakhir Huawei kembali menyatakan komitmennya dalam mendukung agenda 4IR ASEAN.

“Meskipun ASEAN secara umum telah mencatat laju pertumbuhan yang fantastis, masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan,” terang Deputi Sekretaris-Jenderal Masyarakat Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh melalui keterangan tertulis kepada Tribun Bali.

Aspek yang perlu ditingkatkan adalah investasi di bidang kecerdasan artifisial (AI) yang menurut pengamatannya masih belum merata dibandingkan dengan negara seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved