Tekno
Huawei Berkontribusi Terhadap Separuh dari Seluruh Proyek 5G Lintas Industri di Dunia
Hal ini sebagai tindak lanjut setelah mengadopsi Konsolidasi Strategi dalam Revolusi Industri Keempat (4IR) pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Nusantics sendiri bergerak di bidang bioteknologi, khususnya riset dan pemanfaatan mikrobioma.
Perusahaan startup memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi, serta kemampuan untuk mendisrupsi cara-cara kerja lama.
Pemuda-pemudi ASEAN harus ambil bagian dalam menarasikan Industry 4.0, khususnya di sekitar isu-isu kritikal seperti kesehatan dan lingkungan.
"Oleh karena itu, startup yang tumbuh dan besar di ASEAN harus didukung sepenuhnya,” kata dia.
Khusus start up, Huawei memiliki program besar bernama Huawei Cloud Spark yang diluncurkan sejak Agustus 2020.
Melalui program ini, Huawei berkolaborasi dengan pemerintah, inkubator terkemuka, modal ventura, serta universitas untuk membangun platform pendukung bagi munculnya start up-start up baru di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Baru-baru ini, bersama lembaga pendidikan BISA AI, Oudpro Indonesia, dan Pusat Studi Ilmu Komputer UPN Veteran Indonesia, Huawei menggelar program AI Creation yang menantang pemuda-pemudi untuk merancang sebuah startup dengan solusi teknologi AI sebagai fokus utamanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/webinar-embracing-the-4ir-outlook-strategies-and-plans-for-asean-pada.jpg)