Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tekno

Huawei Berkontribusi Terhadap Separuh dari Seluruh Proyek 5G Lintas Industri di Dunia

Hal ini sebagai tindak lanjut setelah mengadopsi Konsolidasi Strategi dalam Revolusi Industri Keempat (4IR) pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Webinar Embracing the 4IR: Outlook, Strategies, and Plans for ASEAN, pada Sabtu 29 Januari 2022. 

"Kurang optimalnya angka penetrasi cloud kurang dari 25 persen, 4G 54 persen, dan fixed broadband 35 persen menjadi catatan yang harus diperhatikan para pemangku kepentingan di kawasan," katanya.

Menuju era konektivitas 5G, ASEAN harus menujukkan semangat yang lebih tinggi terhadap adopsi teknologi digital termutakhir.

Ia mencontohkan Thailand sebagai salah satu negara di ASEAN yang telah menikmati manfaat konkret dari percepatan adopsi 5G hasil kerja sama operator lokal dengan Huawei.

“Bangkok kini dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh kota terbaik di dunia terkait performa 5G, dengan kecepatan hingga lima kali lipat dibandingkan 4G," ujarnya.

Di sektor kesehatan, Huawei juga bekerja sama dengan Siriraj Hospital, rumah sakit terbesar di Thailand, untuk membangun rumah sakit pintar yang menyediakan layanan kesehatan jarak jauh, kapabilitas imaji dan analitik, dan kendaraan tanpa awak.

Hingga kini, Huawei berkontribusi terhadap separuh dari seluruh proyek 5G lintas industri di dunia, termasuk di industri pelabuhan, pertambangan, dan pendidikan.

“Huawei ingin menambah jejak kolaborasi kami di ASEAN untuk menjadikan kawasan ini serba-terkoneksi dan menjembatani ketimpangan digital,"

"Kami akan bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk menyediakan teknologi, infrastruktur, dan talenta digital yang dibutuhkan," jelasnya.

Pihaknya menghadirkan manfaat seperti keandalan, latensi yang lebih rendah, produksi yang semakin efektif dan efisien, serta transformasi digital bagi setiap industri.

"Terlebih, kita juga akan melakukan transisi ke ekonomi yang hijau, netral karbon, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Baca juga: Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasi Huawei Nova 7

Berfokus di ranah keberlanjutan dan pengurangan emisi, Advisor for Indonesia Joint Crediting Mechanism Dicky Edwin Hindarto, mengajak sektor industri khususnya untuk berpindah ke teknologi yang ramah lingkungan.

“Dalam jangka panjang, setiap pelaku industri harus mengarah kepada prinsip-prinsip keberlanjutan. Untuk mencapai ini, mereka harus memahami pula teknologi apa saja yang harus diterapkan, dan bagaimana penerapannya,” jelas dia.

Menurut Dicky perlu kolaborasi antara negara-negara anggota ASEAN dan para pemangku kepentingan adalah hal yang paling penting.

Kapasitas setiap individu di kawasan ini harus ditingkatkan dalam rangka menyambut Industry 4.0, sehingga hasil akhirnya adalah ekonomi yang semakin berkembang dan berkelanjutan.

Sementara itu, Co-Founder & CEO Nusantics, Sharlini Eriza Putri, mendorong anak-anak muda agar menjadi pendiri perusahaan startup masa depan dengan visi yang berani dan transformatif.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved