Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

TPA Butus Hampir Overload, Pemkab Karangasem Bingung Atasi Masalah Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, I Nyoman Tari menjelaskan, saat ini Karangasem hanya mengoperasikan satu TPA, yakni TPA Butus

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Saiful Rohim
Kondisi TPA Butus di Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem. TPA ini pun nampak sudah hampir overload. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem kondisinya hampir overload.

Diperkirakan TPA Butus hanya mampu bertahan untuk menampung  kiriman sampah dari Kota sampai akhir tahun 2022.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem, I Nyoman Tari menjelaskan, saat ini Karangasem hanya mengoperasikan satu TPA, yakni TPA Butus.

Itupun hampir penuh. Mengingat  kiriman sampah dari Kota dan sekitarnya bisa mencapai 50 ton per hari. Belum lagi saat hari raya besar.

Baca juga: Dua Siswa SMA di Karangasem Terpapar COVID-19

"TPA Butus tinggal menunggu waktu. Kalau dua TPA sebelumnya sudah overload sejak beberapa tahun lalu. Yakni TPA Linggasana, Desa Buana Giri dan TPA Besang di Desa  Ababi,  Kecamataan Abang. Sekarang hanya mengoperasikn TPA Butus," kata Nyoman Tari, Selasa (1/2/2022).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karangasem ini mengatakan, Kabupaten Karangasem bingung  menangani masalah sampah.

Mengingat kapasitas di TPA Butus tinggal sedikit. Sedangkan volume kiriman sampah dari  kota dan sekitarnya cukup tinggi. Ditambah dari daerah lain.

Volume sampah di Kota Karangasem dan sekitarnya mencapai 50 ton per harinya.

Belum lagi dari 11 desa yang tercatat membuang sampah ke TPA Butus.

Seandainya dikalkulasi keseluruhan diperkirakan mencapai 224 ton per harinya. Ada juga sebagian diambil pemulung di lokasi.

Jika seandainya membangun TPA baru kemungkinan tak bisa. Mengingat  lahan yang dibutuhkan untuk membangun TPA baru sangat luas. Sedangkan pemerintah tak memiliki lahan.

Anggaran pembebasan lahan juga tinggi. Belum lagi persetujuan masyarakat di daerah itu.

"Kalau bangun TPA baru kayaknya tidak bisa karena butuh anggaran besar. Makanya kita masih mencari solusi," tambah Nyoman Tari, pejabat asal Kecamatan Kubu.

Pihaknya akan koordinasi terkait  kondisi ini. Mengingat ini bersifat urgent, penting.

Baca juga: Pohon Tumbang Menimpa Atap SMPN 1 Manggis Karangasem

Mantan Kepala Dinas Damkar Karangasem mengakui, memang saat ini ada pihak ketiga yang ingin membangun tempat pengolahan sampah (TPS) di sekitar TPA.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved