Berita Bali
Warm Up Vacation Ternyata Menyerupai 'We Love Bali', Hanya Saja dalam Versi Internasional
kedatangan 6 wisatawan Jepang terkait warm up vacation adalah hal yang patut di-support karena merupakan bentuk promosi pariwisata Bali
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Wisatawan mancanegara (wisman) yang hendak berlibur ke Bali harus melalui skema warm up vacation yang telah diterapkan.
Seperti halnya kedatangan penerbangan pertama internasional di Badara Ngurah Rai rute Narita-Denpasar.
Hal itu pun menyerupai program We Love Bali namun dengan versi Internasional.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengakui hal tersebut.
Baca juga: MAKNA Skema Warm Up Vacation, Syarat Turis Asing Masuk ke Pulau Dewata
Menurutnya, kedatangan 6 wisatawan Jepang terkait warm up vacation adalah hal yang patut di-support karena merupakan bentuk promosi pariwisata Bali.
"Mereka didatangkan untuk menceritakan exsperience mereka selama berlibur di Bali dengan mekanisme bubble, sehingga apa yang dirasakan mereka bisa diceritakan ke negaranya," ujarnya Minggu 6 Februari 2022.
Hal itu dirasa sangat efektif untuk ditempuh, karena cara-cara untuk mempromosikan pariwisata Bali harus terus digenjot.
Dengan adanya promosi seperti ini, diharapkan bisa meningkatkan animo masyarakat Jepang untuk datang ke Bali.
"Saya optimis wisatawan akan datang, karena Bali sudah sangat dikenal di Jepang, cuma kendalanya karena omicron yang meningkat," ungkapnya.
Seiring dengan dibukanya pariwisata Bali untuk internasional, tentu setiap momen harus ditempuh untuk kembali menggiatkan kedatangan kunjungan wisatawan mancanegara.
Penerbangan Garuda Indonesia Narita-Denpasar dinilai menjadi hal sangat bagus menjadi promosi,
Bahkan penerbangan internasional itu nantinya bisa ditingkatkan menjadi 2 kali seminggu, dan bukan lagi seminggu sekali.
"Untuk penerbangan rute Narita-Denpasar itu merupakan penerbangan kargo khusus. Mereka bisa terbang karena ada kargo yang mengimbangi. Semoga kedepan pasangger (angkutan penumpang) jalan, kargo juga bisa jalan," sebutnya sembari menerangkan warm up vacation memang saat ini lebih cenderung diisi oleh wisatawan high class atau market high end.
Suryanegara juga mengaku telah berulang kali menggelar rapat koordinasi dengan pihak airline dan stakeholder yang lain.
Baca juga: Kemenparekraf Akan Tambah Hotel Bubble di Bali untuk Program Warm up Vacation Bagi PPLN
Saat ini Bali tidak bisa mengandalkan kunjungan wisatawan domestik saja, namun harus dikombinasikan dengan wisatawan mancanegara.