Berita Bali

Bali PPKM Level 3, Dewan Minta Tak Ada Pembatasan Berlebihan Agar Tak Ganggu Perekonomian

Provinsi Bali sendiri, oleh pemerintah pusat diputuskan menerapkan PPKM Level 3 sejak Senin (8/2/2022) kemarin hingga 14 Februari 2022 mendatang

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta alias Gung Budiarta 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk Bali membuat pemerintah merevisi kebijakan penerapan PPKM di berbagai daerah.

Provinsi Bali sendiri, oleh pemerintah pusat diputuskan menerapkan PPKM Level 3 sejak Senin (8/2/2022) kemarin hingga 14 Februari 2022 mendatang.

Terkait penerapan PPKM Level 3 di Bali sendiri, Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta alias Gung Budiarta berharap penerapan PPKM Level 3 itu tidak sampai mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat yang perlahan mulai bangkit.

Bahkan, ia meminta agar dalam penerapannya pemerintah tidak menerapkan berbagai penyekatan-penyekatan yang mengganggu jalannya aktivitas perekonomian masyarakat yang mulai meningkat.

Baca juga: Capil Gianyar Batasi Pelayanan Offline Dampak PPKM Level 3, Masyarakat Dilayani via WhatsApp

“Jika terus dilakukan PPKM (penyekatan,red) lagi, ekonomi dan aktivitas ekonomi akan menurun lagi. Padahal sebelumnya masyarakat sudah merasakan aktivitas ekonomi berangsur pulih.

Jika penyekatan itu dilakukan lagi akan sangat berat secara ekonomi,” kata Gung Budiarta di ruangan Komisi IV DPRD Bali, Selasa 8 Februari 2022.

Pasalnya, yang paling penting saat ini adalah penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan gaya hidup sehat.

Apalagi, menurut dia varian Covid-19 Omicron memiliki gejala yang tidak begitu berat.

“Apalagi omicron ini secara resiko hanya ringan, itu analisis kesehatannya.

Saya menganggap begitu, tidak usah melakukan PPKM, masyarakat tetap diketatkan prokes dan jangan berkerumun,” ujarnya.

Pun begitu, ia mengingatkan agar masyarakat Bali mengurangi aktivitas-aktivitas yang melibatkan orang banyak.

Masyarakat juga diharapkan yang paling penting saat ini adalah menerapkan prokes dengan ketat.

Sebab disebutkan juga pemerintah sebenarnya menginginkan pandemi agar menjadi endemi, supaya tidak kepanjangan dan tidak sampai masyarakat ketakutan.

Ia menyebut tiga tempat yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 yakni pasar tradisional, sekolah, dan upacara.

Baca juga: Denpasar PPKM Level III, Sidak Masker Digencarkan, 14 Orang Terjaring Razia di Kelurahan Penatih

Sehingga, pihaknya meminta agar ketiga klaster tersebut mendapat perhatian betul untuk diawasi agar tidak terlalu berkerumun.

“Upacara, sekolah, dan pasar, karena tiga elemen ini cepat mempengaruhi,”  tegasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved