Berita Gianyar

Capil Gianyar Batasi Pelayanan Offline Dampak PPKM Level 3, Masyarakat Dilayani via WhatsApp

Kabupaten Gianyar, Bali yang kini masuk dalam PPKM level 3, menyebabkan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana Disdukcapil Gianyar, Bali, Selasa 8 Februari 2022 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabupaten Gianyar, Bali yang kini masuk dalam PPKM level 3, menyebabkan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar membatasi pelayanan administrasi kependudukan secara offline, Selasa 8 Februari 2022.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19.

Pelayanan saat ini lebih banyak dilakukan secara online.

Kepala Disdukcapil Gianyar, Cokorda Agusnawa mengatakan, pihaknya meminta agar masyarakat memaklumi, bahwa saat ini pihaknya membatasi pelayanan secara langsung.

Baca juga: Dana Desa untuk Kabupaten Gianyar Tahun Ini Rp58 Miliar, Turun dari 2021

Diapun mengarahkan agar pelayanan dilakukan via online.

Di mana online yang dimaksudkan tidak rumit.

Yakni, masyarakat hanya tinggal menginformasikan keperluannya melalui pesan WhatsApp pada nomor yang disediakan di Disdukcapil Gianyar

"Bila sudah clear melalui WA, ke kantor Capil tinggal ambil administrasi kependudukan yang dibutuhkan," ujarnya. 

Karena hal itu, masyarakat yang saat ini dilayani di Kantor Disdukcapil Gianyar hanya mereka yang mengambil dokumen yang telah selesai diisi via WhatsApp.

Hal ini, menurut mantan Kasatpol PP Gianyar ini sangat membantu pihaknya menghindari kerumunan. 

"Sekarang tidak ada antrean dalam kantor. Bahkan parkir di dalam kantor juga diarahkan parkir di areal GOR Kebo Iwa," tandasnya.

Selain itu, dalam mempercepat pelayanan kependudukan, Disdukcapil Gianyar juga melakukan gerakan jemput bola ke desa-desa.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat tuntasnya administrasi kependudukan di Gianyar.

"Jemput bola ini dilakukan dua hari sekali. Terakhir di Desa Peliatan, selanjutnya memberi pelayanan ke Kecamatan Payangan dan Kecamatan Tegalalang. Dengan adanya turun ke desa, warga semakin semangat mengurus administrasi kependudukan, terutama akta perkawinan dan akta kematian," ujarnya.

Baca juga: Sulit Pulangkan Jenazah Kadek Eka, PMI Asal Gianyar Meninggal di Dubai karena Covid-19

Meskipun pembatasan pelayanan offline, namun Cok Agusnawa mengatakan, rata-rata masyarakat yang datang setiap hari ke kantor Capil Gianyar mencapai 200 orang.

Akan tetapi, jumlah tersebut dinilai sudah berkurang 50 persen dari jumlah di hari normal yang mencapai 400 orang per hari. 

"Menurunnya warga ke Capil karena pelayanan sudah online sehingga cepat, kegiatan jemput bola ke desa-desa dan sosialisasi kependudukan oleh seluruh perbekel dan lurah," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved