Berita Denpasar

Kemegahan Patung Titi Banda Sebagai Salah Satu Ikon Kota Denpasar, Angkat Cerita Pewayangan Ramayana

Anda dapat menjumpai keberadaan patung saat melintasi Jalan Bypass Ngurah Rai Denpasar yang menuju ke arah Gianyar.

Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Kemegahan Patung Titi Banda dari jarak jauh 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Patung Titi Banda merupakan patung yang menjadi ikon baru bagi Kota Denpasar.

Patung ini adalah gambaran dari Rama bersama dengan para kera yang akan menyelamatkan Dewi Sinta.

Patung Titi Banda ini bisa dengan mudah Tribunners temukan karena lokasinya yang berada sangat strategis.

Anda dapat menjumpai keberadaan patung saat melintasi Jalan Bypass Ngurah Rai Denpasar yang menuju ke arah Gianyar.

Baca juga: Bala Kanda hingga Uttara Kanda, Berikut Bagian Epos Ramayana

Patung Titi Banda dibangun dengan makna yang begitu dalam.

Proses pembuatan patung ini dilakukan dengan mendapatkan inspirasi dari cerita pewayangan Ramayana.

Patung Titi Banda ini menceritakan tentang kisah ketika Rama yang merupakan peran utama dalam cerita Ramayana melakukan pembangunan jembatan Titi Banda.

Sang Rama, berdiri gagah membawa busur panah, tingginya sekitar 10 meter, sejumlah patung kera atau monyet dan beberapa panglima kera yang ukurannya lebih besar dibuat melengkapi gambaran cerita yang disuguhkan.

Patung Titi Banda ini menelan anggaran Rp 5,4 miliar dan membutuhkan biaya perawatan Rp 50-100 Juta setiap tahunnya.

Ditemui Tribun Bali pada Kamis (10/2/2022), Ida Ayu Widhiyanasari, ST.,MT selaku Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan mengatakan Patung Titi Banda terus dilakukan perawatan agar konsep yang telah direncanakan tetap ada.

"Setiap hari kita kontrol, karena patung kan bahannya dari beton, takutnya ada yang patah atau bagaimana, pengecatan patung, kemudian perawatan air mancur, kami beri konsep tanaman-tanaman alam yang indah.

Kami juga kasih tanaman Li Kuan Yu yang menjuntai kebawah agar menutupi beton mengingat ini lokasinya strategis dan berada di pusat kota, maka untuk mengantisipasi teriknya matahari kami siasati pakai tanaman Li Kuan Yu," terang Dayu.

Cerita Ramayana memang cukup dikenal di kalangan warga Hindu di Bali, sehingga tema Patung Titi Banda tidak asing lagi bagi warga lokal, tetapi mungkin berbeda jika disaksikan oleh wisatawan, apalagi wisatawan asing.

Disini tergambar bagaimana pasukan kera yang merupakan abdi-abdi setia sang Rama membantu untuk membuat jembatan di tengah ganasnya samudera untuk membebaskan Dewi Shinta yaitu istri Rama yang dikurung oleh Raja Rahwana di kerajaan Alengka.

Baca juga: Pengabdian Hanoman pada Rama dan Sita, Kisah Heroik Epos Ramayana

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Medium

Large

Larger

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved