Berita Badung

Ubah Sistem Transportasi Darat, AKDP Resmi Dilaunching di Terminal Mengwi Badung

Sistem transportasi darat khususnya Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mulai diubah dengan menetapkan terminal Tipe A

I Komang Agus Aryanta
Kepala dinas Perhubungan Provinsi Kepala Dinas Perhubungan Bali IGW Samsi Gunarta saat melauncing kendaraan AKDP dari Terminal Mengwi pada Kamis 10 Februari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sistem transportasi darat khususnya Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi ( AKDP) mulai diubah dengan menetapkan terminal Tipe A Mengwi Kabupaten Badung sebagai titik keberangkatan atau pun kedatangan.

Dengan begitu armada AKDP kini harus menurunkan penumpang ke Terminal mengwi dan tidak lagi ke Terminal Ubung Denpasar. 

Baca juga: Sekda Badung Hadiri Puncak Karya Melaspas Pelinggih di Pura Kahyangan Jagat Batu Bolong

Baca juga: Kasir Wanita Curi Barang Pegadaian di Kuta Badung, Polisi Temukan iPhone 13 Pro Max

Baca juga: TERKINI Subang: Pengacara Singgung Yosef Jika Berbohong, Polisi Periksa 100 Lebih Saksi Maraton

Baca juga: UPDATE Kasus Subang: Pelaku Belum Terungkap, Kini Polisi Periksa Lebih dari 100 Saksi

Hal itu pun terungkap saat Dinas Perhubungan Provinsi Bali melaunching kendaraan AKDP dari Terminal Mengwi pada Kamis, 10 Februari 2022. 

Turut hadir pada pelaksanaan tersebut yakni Kepala Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB Muiz Thohir, Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Prianto, S.I.K., M.Si, Kapolres Badung Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, SIK, SH, MH, Kepala Terminal Mengwi Achmad Erwin Rahadi SH, Kadis Perhubungan Badung AA. Ngr. Rai Yuda Dharma , dan beberapa perwakilan organda.

"Jadi sistem transportasi darat akan kita ubah, dengan menetapkan Terminal Mengwi sebagai titik keberangkatan," ujar Kepala dinas Perhubungan Provinsi Kepala Dinas Perhubungan Bali IGW Samsi Gunarta.

Pihaknya mengatakan dulu Bus AKDP jaya di Bali, sebelum banyaknya kendaraan.

Kendati demikian pihaknya kini ingin benar-benar bisa berjalan kembali dengan fasilitas yang sudah disiapkan.

Baca juga: Kewalahan Urai Sampah Kiriman, DLHK Badung Akui Sudah Evakuasi 2.500 Ton Sampah

Baca juga: TERKINI Subang: Pengacara Singgung Yosef Jika Berbohong, Polisi Periksa 100 Lebih Saksi Maraton

Baca juga: UPDATE Kasus Subang: Pelaku Belum Terungkap, Kini Polisi Periksa Lebih dari 100 Saksi

"Kami ingin mengembalikan masa kejayaan transportasi. Karena dahulu, AKDP jaya sekali di Bali. Namun karena perubahan, kini semakin surut. Dengan kebijakan ini, kami harap mampu memperbaiki tatanan, yang akhirnya mengurangi sifat-sifat yang ilegal," tuturnya.

"Jadi tidak ada lagi yang menurunkan penumpang di Terminal Ubung. Bahkan penumpang yang ke Denpasar dari Terminal Mengwi kini sudah dilayani oleh bus trans sarbagita," ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) agar tertib berlalulintas.

Sehingga saat terjadi sesuatu hal tidak bertentangan dengan peraturan lalulintas yang ada.

"Sebenarnya hari ini kita masih lakukan pendataan dulu, siapa yang akan beroperasi disini. Nanti pihak terminal akan melakukan ploting time dan juga mempersiapkan jalurnya," ucapnya.

Pihaknya mengaku, di dalam pada Terminal Mengwi sebenarnya sistemnya bisa dijalankan.

Mengingat perlu adanya kerjasama dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Sehingga setelah penumpang turun dari bus AKAP bisa langsung memanfaatkan bus AKDP.

"Jadi kita juga siapkan jangka panjangnya. Apa yang harus kita lakukan untuk ke depan, termasuk nanti jika ada peremajaan. Karena kita perlu duduk bersama-sama mencari jalan keluar terkait masalah ini," ucapnya sembari mengatakan kita ketahui bus AKDP umurnya sudah tua-tua, sehingga kita bertahap akan memperbaiki sistem transportasi ini.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, penentuan terminal pesinggahan yang berupa Terminal tipe B atau Terminal tipe A sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1) huruf d dilakukan dengan mempertimbangkan perkiraan tambahan permintaan trayek pengumpan ;dan fungsinya sebagai tempat peristirahatan.

Baca juga: Jika Pawai Ogoh-ogoh Batal Digelar, Sekaa Teruna di Badung Diminta Revisi Proposal Dana Kreativitas

Baca juga: TERKINI Subang: Pengacara Singgung Yosef Jika Berbohong, Polisi Periksa 100 Lebih Saksi Maraton

Baca juga: UPDATE Kasus Subang: Pelaku Belum Terungkap, Kini Polisi Periksa Lebih dari 100 Saksi

"Sesuai ketentuan PM 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan, AKDP diharuskan menaikan dan menurunkan penumpang di TERMINAL. Karenanya, diharapkan tidak ada lagi angkutan umum yang berhenti seenaknya dan mengabaikan keselamatan untuk menaik-turunkan penumpang," imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved