Berita Klungkung
Dua Tahun Tidak diperbaiki, Warga di Klungkung Ramai-Ramai Protes Gang Rusak
Dua Tahun Tidak diperbaiki, Warga Ramai-Ramai Protes Gang RusakDua Tahun Tidak diperbaiki, Warga Ramai-Ramai Protes Gang Rusak
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
SEMARAPURA,TRIBUNBALI - Warga di Gang III, Jalan Arjuna, Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kecamatan Klungkung mengeluhkan kondisi gang yang rusak parah di lokasi itu.
Warga sudah 2 tahun mengusulkan perbaikan gang tersebut, namun tidak kunjung terealisasi.
Warga setempat, I Nengah Suwitra mengungkapkan, mulanya ada proyek pemasangan sambungan PDAM di gang tersebut.
Badan jalan dibongkar tapi tidak diperbaiki dengan bagus, hingga kondisi gang menjadi rusak parah.
Saat ini kondisi gang dengan jalan sepanjang sekitar 50 meter itu, kondisinya tidak terawat. Selain badan jalan rusak, got di lokasi itu juga mampet karena endapan lumpur serta rumput liar menyemak di sepanjang gang.
“Dua tahun lalu sekitar bulan Februari, kami warga disini sempat mengundang pak lurah untuk mendengarkan aspirasi kami, agar ada perbaikan gang. Waktu itu pak lurah sendiri langsung hadir dan mendengarkan aspirasi warga," ungkap Suwitra.
Warga setempat pun mengeluhkan, setiap musim hujan di lokasi tersebut selalu dilanda banjir. Sementara musim kemarau tiba, warga dihadapkan pada persoalan bau menyengat yang keluar dari saluran got. Ia pun berharap pemerintah bisa segera memperbaiki gang tersebut.
" Saya sudah berulang kali menanyakan ke kelurahan, disuruh menunggu,” ungkap Suwitra.
Baca juga: Menuju Pemulihan Pariwisata, Koster Sebut Sejumlah Maskapai Penerbangan Tambah Rute ke Bali
Baca juga: Keluarga Wayan Sujena Tak Terima Disebut Terpidana Ditangkap di Jalan, Ini Kata Kejati Bali
Baca juga: RITUAL MEDITASI di Pantai Selatan Jember Renggut 10 Nyawa, Dilakukan Tengah Malam,Begini Kronolginya
Sementara seorang tokoh masyarakat di Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Komang Suantara sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya seharusnya pihak kelurahan memberikan penjelasan, terkait kendala apa yang dihadapai. Sehingga aspirasi warga belum terealisasi sampai saat ini.
“Semestinya dari pihak kelurahan turun langsung ke lapangan, menjelaskan kepada warga kendalanya dimana. Gang ini sejak dulu sudah ada dan setahu saya ini dimanfaatkan sebagai fasilitas publik. Kalau musim hujan airnya meluap sampai ke rumah warga. Pas kemarau muncul bau tidak sedap,” jelas Suantara.
Lurah Semarapura Kelod Kangin Made Ermika mengungkapkan, gang tersebut selama ini belum diperbaiki karena status lahanya belum jelas.
" Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas PU, untuk bisa mendapatkan penanganan (perbaikan) salah satu syaratnya adalah aset tersebut dicatatkan di kelurahan," jelasnya.
Menurutnya, pihaknya tengah berkoordinasi ke bagian aset terkait hal itu.
" Kami berharap masyarakat bisa bersabar dulu. Kami masih koordinasi ke bagian aset. Siapa tahu tanah itu ada hak milik orang lain. Biar kami tidak salah dalam mengusulkannya. Kebetulan juga sejak tahun 2021 dan tahun ini kami tidak mendapatkan DAU (dana alokasi umum),” jelas Ermika. (mit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mndnsndsan.jpg)