Berita Bali
Cakra Seks, Kenali Masalah dan Cara Mengatasinya
Cakra adalah salah satu karunia Tuhan, yang memiliki arti dan fungsi sendiri. Cakra Seks, Kenali Masalah dan Cara Mengatasinya
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Cakra Seks, Kenali Masalah dan Cara Mengatasinya.
Cakra adalah salah satu karunia Tuhan, yang memiliki arti dan fungsi sendiri.
Makna yang berbeda-beda, baik positif maupun negatif harus dipelajari, khususnya oleh manusia.
Sehingga bisa memperbaiki yang buruk, dan meningkatkan potensi yang baik, bahkan membuka jalur keberuntungan sendiri.
"Apabila permasalahan di luar kendali, cobalah cek kondisi cakramu. Mungkin saja redup, melemah, atau bahkan kehilangan fungsinya alias sangat lemah," jelas Guru Mangku Hipno atau GMH, kepada Tribun Bali, Rabu 16 Februari 2022.
Baca juga: Aura Putih Pertanda Cerdas, Berikut Penjelasan Guru Mangku Hipno
Sehingga dengan tahu apa masalahnya, tentu saja bisa mengubahnya sebelum terlambat.
Berikut penjelasan GMH, ihwal ciri-ciri melemahnya cakra seseorang.
Cakra dasar atau Muladara, yang melemah akan menyebabkan gangguan atau masalah pada sistem kekebalan tubuh.
Hal ini juga mempengaruhi tulang dan kulit, yang pula melemah.
"Hal terburuk lainnya adalah bisa memengaruhi keberuntungan dalam segala usaha, bisnis, karier," sebutnya.
Kemudian ada cakra seks atau Swadhistana. Cakra ini berkaitan dengan organ reproduksi seseorang, dan apabila ada gangguan.
Maka bisa menyebabkan ketidakstabilan emosi, hilangnya fokus, rasa sedih, stres dan depresi, bahkan kehilangan gairah untuk bangkit kembali.
Cakra pusar atau Manipura, berkaitan dengan sistem pencernaan.
Jika bermasalah maka bisa menyebabkan gangguan pada pankreas seseorang, dan bahkan lambat laun bisa menyebabkan diabetes, kemudian masalah pada hati.
Masalah lainnya adalah rasa malas berlebihan, kehilangan ambisi, dan kehilangan orientasi masa depan, cenderung berpikir negatif, atau bahkan menghukum diri sendiri.
Baca juga: Ancaman Psikosomatik, Begini Penjelasan Guru Mangku Hipno
Cakra jantung atau Anahata, adalah cakra yang berkaitan dengan pernafasan, jantung dan paru-paru.
Cakra ini juga berkaitan dengan kepekaan diri. Apabila cakra ini terganggu, maka akan gagal kendali dalam mengolah nafsu dan emosi.
Kemudian kurang peka pada keadaan, lambat mengubah diri, kaku, kehilangan kesabaran, sering salah mengambil keputusan sehingga merugi.
Cakra tenggorok atau Wisuda, adalah cakra yang berkaitan dengan tulang belakang dan beberapa kelenjar, seperti kelenjar tiroid, paratiroid.
Masalah yang timbul, apabila terganggunya cakra bagian ini adalah kerap mengatakan kebohongan.
Masalah lainnya, kata dosen UHN ini, adalah kemungkinan menderita radang tulang belakang. Kemudian suara kurang mantap, malu berbicara di depan umum.
Bahayanya kemampuan meyakinkan diri dan pribadi lain bisa menghilang. Sehingga kemampuan bersosialisasi juga hilang. Berpotensi berbicara kasar, serta memilih diam saat harus bicara, dan bahkan malas berdoa.
Cakra Ajna, berkaitan dengan mental, sehingga apabila terganggu, bisa menyebabkan masalah ketidakstabilan dan tidak seimbangnya mental.
Membuat seseorang selalu ragu, berubah pikiran dengan cepat.
"Kurang fokus, kehilangan keberanian, iri hati, keinginan berbuat jahat, curigaan, posesif, dan menurunnya daya ingat serta kecerdasan," sebut ahli pengobatan Psikosomatik Anxiety ini.
Baca juga: Energi Manik Sekecap, Metode Penyembuhan Tanpa Obat Oleh Guru Mangku Hipno
Masalah lainnya, seseorang jadi cenderung sering mengadili dan menyalahkan orang lain tanpa alasan jelas.
Sehingga dimusuhi dan tidak diharapkan kehadirannya, karena dianggap perusak suasana hati orang lain, dan berpikir sempit.
Cakra mahkota, adalah berkaitan dengan sisi spiritual. Sehingga apabila bermasalah, tentu saja membuat masalah pada sisi spiritual dan kemampuan dan keinginan spiritual seseorang.
"Jika sisi spiritual terganggu, maka orang itu bisa pula sering mengalami kesialan, doanya jarang terkabulkan, karena tanpa perlindungan semesta, sering ketipu, dipermainkan, sedih tanpa alasan, takut tanpa sebab," papar dosen asli Singaraja ini.
Masalah lainnya, adalah merasa cemas pada sesuatu yang belum terjadi, penakut dan sering berlaku bodoh padahal sebenarnya pintar, bertindak sembrono dan tanpa perhitungan.
"Taksu adalah aura, maka semakin meredup cakramu, semakin meredup juga cahaya auramu. Semakin meredup auramu semakin berkurang pula kesempatanmu meraih cita-cita dan impianmu," tegas dosen yang juga ahli metafisika ini.
Ciri-ciri aura meredup, adalah jodoh menjauh, pekerjaan menjauh, susah mendapatkan keturunan, masalah rumah tangga bertubi-tubi.
Gagal melulu, sering difitnah, galau, sensitif berlebihan, banyak masalah, ditolak, mudah ditipu, sakit hati, susah tidur, bekerja tanpa hasil.
Banyak musuh dalam selimut, sial, kerap dibohongi, dikhianati, disepelekan dan terlalu sering gagal dalam berbagai hal.
Baca juga: Lakukan Hal untuk Dapatkan Uang Misterius, Begini Penjelasan Guru Mangku Hipno
"Nah jika kalian menemukan ciri - ciri itu dalam dirimu, segera atasi masalahnya karena ini bisa menghambatmu, bisa menyakitimu, bisa mengacaukan rencanamu," tegasnya.
Hanya diperlukan 10 menit, kata dia, untuk inisiasinya (re-install), sehingga seseorang dengan masalah aura tidak akan terus gagal dan terpuruk.
GMH pun kerap membantu banyak orang dengan masalah ini, di Brahmakunta Center miliknya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gambaran-warna-aura-manusia.jpg)