Berita Bali
Pawai Ogoh-ogoh Terbatas Diizinkan di Lingkungan Banjar, MDA Bali Angkat Bicara
“Meskipun pawai di wewidangan Desa Adat yang lebih luas tidak bisa dilaksanakan, harap agar para Yowana di seluruh Desa Adat di Bali, anak anak yang
Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet akhirnya buka suara usai adanya izin terbatas pawai ogoh-ogoh saat pengerupukan Nyepi nanti.
Ia menegaskan kembali bahwa alasan pengeluaran Surat Edaran Nomor 009/SE/MDA-Prov Bali/XII/2021 tersebut merupakan bagian dari untuk melindungi kreativitas generasi muda di tengah pandemi.
Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Pasikian Yowana Bali Desa Adat (MDA) Bali, di Puri Den Bencingah, Akah, Klungkung, Rabu 16 Februari 2022 sore kemarin.
“Meskipun pawai di wewidangan Desa Adat yang lebih luas tidak bisa dilaksanakan, harap agar para Yowana di seluruh Desa Adat di Bali, anak anak yang Pangelingsir cintai, tetap bersemangat. Melakukan prosesi Nyomya Ogoh-Ogoh di wewidangan banjar.
Baca juga: MDA Bali Ingatkan Yowana Bali Taat Prokes Saat Nyomia Ogoh-Ogoh di Wewidangan Banjar
Apalagi Bapak Gubernur Bali memberikan dukungan untuk kegiatan lomba Ogoh-Ogoh dan fasilitasi tes antigen,” ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis 17 Februari 2022.
Di sisi lain, Patajuh Bandesa Agung Bidang Seni, Budaya, Adat dan Tradisi, I Gusti Made Ngurah juga menyebutkan bahwa isi SE dan surat penegasan sebelumnya telah dikeluarkan.
Surat Edaran MDA Provinsi Bali Nomor 009 dan Surat Penegasan MDA Provinsi Bali Nomor 104, sudah sejalan dengan kebijakan Gubernur Bali.
Hanya saja, menurut Gusti Made Ngurah, Yowana Bali harus benar-benar memegang teguh kepercayaan Gubernur Bali dan MDA Provinsi Bali, untuk tertib dan taat prokes.
“Kita harus menjaga Bali bersama-sama. Kami percaya kepada para Yowana dimanapun berada. Dengan pengawasan Bandesa Adat, Kelian Adat atau sebutan lain bersama Prajuru Desa Adat di 1.493 Desa Adat di Bali,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pasikian Yowana Bali menghadap Gubernur Bali, Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Rabu 16 Februari 2022 siang.
Dalam audiensi terdapat beberapa kesepakatan. Pasikian Yowana Bali mendapatkan angin segar dukungan untuk melakukan prosesi Nyomya Ogoh-Ogoh.
Sebagai simbol Bhutakala di wewidangan banjar, meskipun pawai di sekeliling Wewidangan Desa Adat tidak memungkinkan. Sebab kasus positif Covid-19 masih tinggi. (*)
Artikel lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasikian-yowana-bali-bertemu-dengan-bendesa-agung-majelis-desa-adat-mda.jpg)