Tips Kesehatan
CEGAH GAGAL JANTUNG dengan Mengubah Pola Hidup
Gagal jantung merupakan penyakit progresif yang meningkatkan angka kematian dan rawat inap berulang.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Cegah Gagal Jantung dengan Mengubah Pola Hidup
Gagal jantung merupakan penyakit progresif yang meningkatkan angka kematian dan rawat inap berulang.
Jantung mempunyai fungsi utama memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida).
Baca juga: OBAT GRATIS Bagi Pasien Isoman Covid-19, Begini Cara Mendapatkannya
Berkurangnya kemampuan jantung untuk memompa darah menyebabkan volume darah juga akan berkurang, sehingga jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Kondisi ini disebut gagal jantung.
Ketua Kelompok Kerja Gagal Jantung Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr Siti Elkana Nauli SpKP(K), FIHA, FAsCC, FHFA mengatakan, berkurangnya kemampuan jantung untuk memompa darah, membuat darah tidak bisa mencapai organ-organ yang memerlukan dan menyebabkan keluhan cepat capek.
Adapun kapasitas jantung yang berkurang untuk menerima darah, menyebabkan penumpukan cairan-cairan di paru-paru, liver, perut, ginjal, hingga kaki.
“Berkurangnya kapasitas jantung untuk menerima darah menyebabkan penumpukan cairan atau peningkatan cairan di paru-paru, liver, ginjal, kalau sedemikian berat di kaki dan paha,” kata Nauli dalam webinar cara pencegahan dan pengendalian penyakit kardiovaskular.
Baca juga: ATASI BATUK Membandel di Malam Hari, Dijamin Tidur Kembali Nyenyak
Perlu digarisbawahi, jika kondisi gagal jantung tidak ditangani secara cepat dan benar, maka dapat menimbulkan kematian.
Bagaimana cara mencegah gagal jantung?
Beberapa cara dapat dilakukan untuk mencegah gagal jantung, seperti:
1. Mengubah pola hidup
Usahakan untuk melakukan pola hidup yang sehat, tak lepas dari waktu istirahat cukup.
2. Pola makan sehat
Seseorang dapat mengonsumsi makanan dan minuman yang menyehatkan tubuh, seperti mengurangi makanan berminyak, memperbanyak buah dan sayuran dan memastikan kecukupan gizi.
3. Berhenti merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko terkena gagal jantung. Untuk itu, hindari rokok dan paparannya.
4. Beraktivitas fisik
Aktivitas fisik dapat tetap dilakukan, asal tetap memperhatikan kapasitas tubuh masing-masing.
Perlu diketahui, risiko gagal jantung meningkat pada kondisi hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes, riwayat keluarga dengan kardiomiopati, paparan toksin, penyakit jantung katup, gangguan fungsi tiroid, rokok, dan sindrom metabolik.
Baca juga: ATASI BATUK Membandel di Malam Hari, Dijamin Tidur Kembali Nyenyak
Berdasarkan data, kontribusi terbanyak sebagai penyebab gagal jantung di Indonesia adalah penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes.
Sementara itu, faktor risiko tambahan seperti obesitas, dislipidemia, gangguan fungsi ginjal, gaya hidup, dan obstructive sleep apnea.
Skrining dan pemeriksaan
Secara umum, beberapa kondisi penyebab gagal jantung seperti hipertensi dan diabetes bisa dideteksi lewat skrining yang dilakukan secara teratur.
Sementara itu bagi penderita hipertensi dan diabates yang mudah lelah tapi tidak mengetahui secara jelas penyebabnya, dapat melakukan pemeriksaan diri.
“Begitu ada masalah (terkait jantung), biasanya akan diberikan pemeriksaan lebih lanjut,” papar Nauli.
Bagi orang yang tidak mengalami dua penyakit tersebut tapi juga merasakan mudah lelah, atau gejala lain seperti bengkak di perut atau kaki, tidak selera makan, sesak napas, mudah pusing, terbangun di tengah malam dan sesak seperti tenggelam, hingga batuk kering; dapat melakukan pemeriksaan diri agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Cara Mencegah Penyakit Gagal Jantung, Hingga Cara Deteksi Awal Fisik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gagal-janttungg.jpg)