Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

BBMKG Wilayah III Denpasar Catat 6 Kali Rentetan Gempa Bumi di Buleleng

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat terjadi 6 kali rentetan gempa bumi tektonik di wilayah Bulelen

Istimewa
Peta gempa bumi tektonik di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, yang terjadi pada Sabtu 19 Februari 2022 dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat terjadi 6 kali rentetan gempa bumi tektonik di wilayah Buleleng.

Rentetan gempabumi tersebut diawali Jumat 18 Februari 2022 pukul 23.33 Wita dengan Magnitudo 2.0, kemudian pukul 03.32 Wita dirasakan warga dengan magnitudo 3.1.

Pada pukul 04.36 Wita gempabumi kembali terjadi dengan magnitudo 1.7, pukul 07.18 Wita gempa bumi dengan magnitudo 1.9 terjadi di wilayah Buleleng. 

Selanjutnya pukul 07.32 Wita gempa bumi di Buleleng terjadi kembali dengan magnitudo 2.0, lalu pada pukul 08.02 Wita gempabumi terjadi di wilayah Buleleng dengan magnitudo 1.8.

Baca juga: Warga Buleleng Rasakan Gempa Bumi 3,1 SR, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

"Terjadi 6 kali rentetan gempabumi di wilayah Buleleng, tapi itu tepatnya rentetan bukan gempabumi susulan," kata Kepala Bidang Observasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto kepada Tribun Bali, pada Sabtu 19 Februari 2022.

"Kalau gempa susulan biasanya didahului gempa utama yang besar, yang terasa tadi jam 03.32.28 Wita dengan kekuatan 3.1," jelas Dwi.

Sebelumnya diberitakan, Gempabumi mengguncang wilayah Buleleng hingga dirasakan warga, pada Sabtu 19 Februari 2022 sekitar pukul 03.32 Wita dini hari.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho, SE, Ssi menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,1 dan dipastikan tidak berpotensi Tsunami.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,28° LS; 114,79° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 22 km timur laut Jembrana, Bali pada kedalaman 10 km.

"Jenis dan mekanisme gempabumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," terang Cahyo.

Baca juga: Diproduksi di Buleleng, Wija Soju Pakai Air Gunung Batukaru & Beras Petani Buleleng

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami," jelasnya.

Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Buleleng II MMI.

"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," tuturnya.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut dan hasil monitoring BMKG pukul 04.01 Wita belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

Cahyo mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved