Berita Gianyar

2 Godel Telah Terpilih dalam Tradisi Maedeng Godel, Dihaturkan untuk Tawur Kesanga di Susut Payangan

Sebagai desa adat yang masyarakat sebagian besar peternak sapi, Desa Adat Susut, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Tradisi maedeng godel di Desa Adat Susut, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali, Minggu 20 Februari 2022 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebagai desa adat yang masyarakat sebagian besar peternak sapi, Desa Adat Susut, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali tetap bisa melestarikan tradisi 'maedeng' atau dalam bahasa Indonesia disebut memperlihatkan.

Adapun yang diperlihatkan di sini adalah godel atau anak sapi.

Di mana godel tersebut dikumpulkan di setra atau kuburan adat di wilayah desa tersebut.

Lalu godel, dilihat dan pilih oleh pihak adat. 

Baca juga: 1.000 Pedagang Sudah Mulai Jualan, Geliat Pasar Rakyat Gianyar Berangsur Ramai

Dua godel terbaik, terdiri dari betina dan jantan akan dipilih oleh adat, yang nantinya akan digunakan untuk dikurbankan serangkaian upacara Tawur Kesanga atau upacara sehari menjelang Hari Raya Nyepi.

Menariknya, setiap godel yang terpilih ini, akan diberikan secara cuma-cuma oleh pemiliknya, meskipun nilai ekonomisnya relatif tinggi.

Hal ini karena masyarakat setempat meyakini, ketika godel mereka terpilih sebagai 'ulam upakara ', maka rezekinya mereka akan berlimpah, dan ternak mereka pun terhindar dari hal yang tidak diinginkan. 

Dalam tradisi maedeng godel yang telah berlangsung, Minggu 20 Februari 2022, godel jantan yang terpilih adalah milik I Nyoman Redana dan godel betina milik I Nyoman Ariana.

Di mana kedua petani ini telah mengiklaskan ternaknya dijadikan ulam upakara.

Dari segi harga, biasanya untuk godel jantan milik Redana berkisar Rp9,5 juta. Sementara untuk godel betina di kisaran Rp5 juta. 

Jro Bendesa Susut, I Ketut Kumara Natha mengatakan, tradisi ini telah dilaksanakan secara turun-temurun.

Di mana, tradisi ini bertujuan memilih (ngadag) dua anakan sapi yakni jantan dan betina untuk dijadikan ulam saat pelaksanaan Tawur Kesanga.

“Anakan sapi yang terpilih adalah anakan sapi yang mulus, artinya tanpa cacat fisik,” jelasnya.

Baca juga: Monev di Ubud, Komisi I DPRD Gianyar Soroti Tiga Tempat, Pembangunan RS Baru hingga Vila

Lebih lanjut dipaparkan, bagi warga yang godelnya terpilih pantang untuk menolaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved