Berita Tabanan
Bangkai Ikan Paus Sepanjang 8 Meter Terdampar di Pantai Pasut Tabanan, Diduga Berbobot 6 Ton
Seekor ikan paus ditemukan dalam keadaan mati dan sudah membusuk di wilayah Pantai Pasut, Desa Tibu iu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seekor ikan paus ditemukan dalam keadaan mati dan sudah membusuk di wilayah Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, Minggu 20 Februari 2022 malam kemarin.
Paus yang ditemukan oleh warga setempat tersebut diduga sudah mati dalam kurun waktu sekitar 10 harian.
Menurut warga setempat, I Ketut Arsana Yasa, awalnya warga bernama I Wayan Oka (28) melihat ada benda mengapung terdampar di Pantai Pasut.
Saat itu dilihat sekitar pukul 19.00 Wita. Mendapat informasi, pihaknya langsung menuju lokasi untuk mengeceknya.
Baca juga: Mesin Pengolah Sampah Residu di Tabanan Ditargetkan Beroperasi Maret 2022, Mampu Olah 10 Ton/Hari
"Sampai di lokasi saat itu air laut masih surut mau pasang. Itu ditemukan jaraknya 100 Meter dari bibir pantai keadaan sudah busuk," katanya saat dikonfirmasi, Senin 21 Pebruari 2022.
Dia menyebutkan, bangkai ikan paus tersebut kemungkinan memiliki panjang sekitar 8 meter.
Melihat dari kondisinya tersebut, ikan raksasa tersebut diduga sudah mati di atas 10 harian di laut.
"Mungkin sudah mati di atas 10 harian di laut itu karena kondisinya ketika terdampar sudah membusuk," ungkapnya.
Baca juga: Banyak Luka di Tubuh Made Toka, Warga Temukan Jenazahnya di Aliran Sungai di Tabanan
Dengan kejadian itu, kata dia, pihaknya memang sempat melaut san melihat banyak kawanan paus di wilayah perairan selatan Bali.
Mengingat saat ini kebetulan ikan sarden atau ikan lemuru yang merupakan makanannya sedang banyak-banyaknya di selatan laut Tabanan bahkan Bali.
"Saya sempat memegang tulang rahangnya yang panjang 2 Meter diprediksi itu ikan paus Biru yang berbobot 6 Ton," ujar pria yang juga Ketua HNSI Tabanan ini.
Dia menyampaikan, Perairan Selat Bali dari Bukit sampai Jembrana merupakan jalur migrasi ikan Lemuru, dan ikan paus dan sejenisnya terus mengikuti ikan lemuru ini.
"Saat ini lemuru sedang berlimpah di selatan Tabanan, mungkin mereka (paus) mengejar itu," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Tabanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-bangkai-paus-yang-ditemukan-di-pantai-pasut-tabanan.jpg)