PMI Asal Bali Pulang dari Ukraina

Kisah PMI Asal Bali Desak Yuni, Putuskan Kerja di Ukraina Karena Himpitan Ekonomi Akibat Pandemi

"Suami bekerja di kapal yang berlabuh di negara Singapura. Sedangkan saya melalui agensi disalurkan ke Ukraina sebagai terapis spa," jelasnya

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Desak Made Yuni, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli yang bekerja sebagai seorang terapis di Ukraina saat ditemui di kediamannya. Selasa (8/3/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Bekerja di wilayah yang tengah berkonflik tentu membuat pihak keluarga cemas. Terlebih hanya seorang diri.

Seperti yang dialami Desak Made Yuni. Wanita 30 tahun itu merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli yang bekerja sebagai seorang terapis di Ukraina.

Konflik yang terjadi di negara tersebut memaksa dirinya pulang meninggalkan Ukraina.

Desak Yuni mengatakan, ini kali kedua ia bekerja di luar negeri.

Baca juga: Bangli Akan Adakan PTM Terbatas Mulai 10 Maret

Sebelumnya sekitar enam tahun lalu ia pernah bekerja di Maldives dengan masa kerja selama setahun.

Hingga akhirnya ia pulang ke Bali dan selama empat tahun bekerja di beberapa tempat.

Namun karena himpitan ekonomi, disamping juga telah dirumahkan selama setahun lebih akibat damak pandemi Covid-19, Desak Yuni bersama suaminya yang bernama Dewa Made Budi Hartawan berkomitmen untuk sama-sama bekerja di luar negeri.

"Suami bekerja di kapal yang berlabuh di negara Singapura. Sedangkan saya melalui agensi disalurkan ke Ukraina sebagai terapis spa," jelasnya.

Kontrak kerja di tempat terapis itu selama setahun. Sedangkan Desak Yuni, masih harus bekerja di sana selama lima bulan.

Sejak konflik memanas, ia beberapa kali mendapat telepon dari keluarga di Bangli yang khawatir tentang kondisinya.

"Sebelum tanggal 24 Februari itu tyang masih merasa aman-aman saja. Hingga tanggal 23 Februari itu saya bahkan masih kerja dan beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Yang jelas paling khawatir, lanjut Desak Yuni adalah sang suami.

Pria 31 tahun itu kerap menanyakan kondisi sang istri karena mengikuti berita konflik antara Ukraina dan Rusia.

"Suami sering tanya bagaimana kondisi saya karena melihat berita. Dia juga meminta saya agar pulang, dan mau membelikan tiket.

Baca juga: Kisah Desak Yuni PMI Asal Bangli yang Kerja di Ukraina, Tak Bisa Tidur dan Harus Bolak-balik Bunker

Namun saya menjelaskan jika kondisi saya baik-baik saja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved