Berita Bangli
Terdampak Pandemi, Sejumlah Warga Bangli Pilih Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri
Salah satunya Eka, warga asal Desa Buahan, Kintamani itu mengaku saat ini ia tengah mengurus AK1. Sebab tahun ini, ia mengais rezeki di negara Jepang
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, membuat warga Bangli memilih untuk jadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Alhasil jumlah PMI asal Bangli pun mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Seperti yang terpantau di Kantor Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Bangli, Rabu (9/3/2022).
Sejumlah warga nampak tengah mengurus sejumlah dokumen untuk keberangkatan bekerja di luar negeri.
Baca juga: Dandim Bangli Berganti, Danrem 163/Wirasatya Tekankan Penegakan Prokes COVID-19 di Wilayah Kerjanya
Salah satunya Eka, warga asal Desa Buahan, Kintamani itu mengaku saat ini ia tengah mengurus AK1. Sebab tahun ini, ia mengais rezeki di negara Jepang.
"Sekarang berangkat yang kedua, dengan kontrak kerja selama lima tahun. Saya kerja di bidang pertanian," ucapnya.
Eka mengaku, sebelumnya ia sudah pernah bekerja di bidang yang sama di negara Jepang. Karena kontrak kerja sudah habis, maka ia kembali ke Indonesia.
Ia juga mengaku sempat menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan panggilan kerja.
"Nunggunya selama lima tahun. Sebenarnya tahun lalu akan berangkat, tapi kasus covid-19 meningkat akhirnya ditunda," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Bangli, Ni Luh Ketut Wardani membenarkan jika saat ini pencari kerja di luar negeri mengalami peningkatan.
Mengacu pada tahun 2020, lanjutnya, jumlah warga yang mengurus dokumen keberangkatan sebanyak 52 orang.
Sedangkan di tahun 2021, lanjut dia, tercatat sebanyak 542 orang. Mengenai negara yang paling banyak dituju, ia menyebut Italia dengan 454 orang, 62 Turki, dan 19 Maldives.
"Kebanyakan bekerja di kapal pesiar hingga karyawan spa," ungkapnya.
Lanjut Luh Wardani, Pemkab Bangli sangat konsen untuk memfasilitasi keberangktan PMI. Khususnya bagi warga yang kurang mampu. Mulai dari bantuan untuk pelatihan hingga keberangkatan.
Dalam hal ini, pemerintah telah menginvestasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar kepada PT BPR Bank Daerah Bangli untuk mendukung program ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/beberapa-warga-bangli-saat-mengurus-dokumen-keberangkatan-di-kantor-dinas-ko.jpg)