Human Interest Story
Kisah PMI Asal Bali Pulang dari Ukraina, Bawa Baju di Badan, Sembunyi di Bunker
Ni Komang Wirati merasa lega dapat kembali ke tanah air dengan selamat, hanya membawa baju yang menempel di badan.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Rombongan dibawa ke Romania, sebab bandara di Ukraina hancur lebur akibat terkena ledakan bom.
Dalam perjalanan menuju ke Romania, mobil yang ditumpangi rombongan WNI itu berisikan bendera merah putih berukuran besar.
Hal ini dilakukan agar mobil yang ditumpangi tidak menjadi sasaran perang.
Selama di perjalanan, Wirati mengaku cukup ketakutan. Pasalnya ia melihat banyak tentara serta tank yang berjaga-jaga.
Bahkan tak sedikit ia melihat mayat ditutupi kain yang bergelimpangan di jalan.
"Banyak tentara dan tank berjaga-jaga di jalan. Mayat juga ada. Tapi kami tidak boleh menoleh. Pandangan harus ke depan. Selama di perjalanan menuju Romania, kami melewati enam pos pemeriksaan. Setiap pos itu, kami harus turun dan merayap tidak melakukan perlawanan. Paspor kami diperiksa tentara Ukraina. Pokoknya situasinya mencekam. Saya lima hari tidak bisa tidur," tuturnya.
Setibanya di bandara Romania, rombongan WNI tersebut dijemput khusus menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Hingga akhirnya Wirati bersama rombongan tiba di Jakarta pada Kamis 3 Maret 2022.
Terpisah, PMI asal Denpasar Ni Made Yartami (46) terpaksa pulang ke Bali, walau baru 8 bulan bekerja di Ukraina, karena suasana di sana yang mencekam.
Seminggu sebelum adanya invasi tersebut, ia diminta oleh Karina dari KBRI Kyiv agar mempersiapkan dokumen selengkap-lengkapnya.
Hal ini karena akan ada evakuasi sewaktu-waktu akibat kondisinya yang tidak kondusif.
“Dari perusahaan tetap meminta tenang sepanjang masih ada pihak kepolisian dan tentara. Tapi kami tetap sudah siap-siap sesuai arahan KBRI,” kata perempuan asli Tejakula Buleleng ini yang ditemui di rumah kontrakannya, Jalan Siulan, Gang Anggrek, Penatih Dangin Puri, Denpasar, Selasa 8 Maret 2022.
Tanggal 23 Februari malam rencananya dilakukan evakuasi dari KBRI Kyiv, tetapi rencana tersebut gagal karena bandara di Kyiv dibom dan jalanan ditutup.
Lalu dilakukan rapat oleh KBRI bersama Kemenlu Indonesia.
Akhirnya diputuskan dilakukan evakuasi dari Odessa menuju ke KBRI Bukares lewat jalan darat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ni-komang-wirati-menunjukkan-foto-foto-ia-bersama-wni-lainnya-saat-meng.jpg)