Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Agresi Rusia ke Ukraina

Militer Rusia Hantam Rumah Sakit Bersalin Ukraina, 17 Terluka, Wanita Hamil Berdarah-darah

Serangan udara militer negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin tersebut menghancurkan rumah sakit bersalin di kota pelabuhan Mariupol.

Editor: Bambang Wiyono
AFP/SERGEI SUPINSKY
Anggota layanan Ukraina terlihat di lokasi pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibukota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian. - Tentara Ukraina memukul mundur serangan Rusia di ibu kota, kata militer pada 26 Februari setelah Presiden Volodymyr Zelensky yang membangkang bersumpah bahwa negaranya yang pro-Barat tidak akan ditundukkan oleh Moskow. Ini dimulai pada hari ketiga sejak pemimpin Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh yang telah menewaskan puluhan orang, memaksa lebih dari 50.000 orang meninggalkan Ukraina hanya dalam 48 jam dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa. 

TRIBUN-BALI.COM, MARIUPOL - Serangan militer Rusia makin brutal menghantam kota-kota di Ukraina.

Bahkan, serangan udara militer negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin tersebut menghancurkan rumah sakit bersalin di kota pelabuhan Mariupol pada Rabu (9/3/2022).  

Serangan itu dilancarkan setelah peringatan dari Barat bahwa invasi Moskwa bisa lebih brutal dan tanpa pandang bulu.

Baca juga: SOSOK Alina Kabaeva, Wanita Simpanan Putin yang Kini Disembunyikan di Vila, Ternyata Atlet Senam

Serangan yang menhantam rumah sakit bersalin itu sedikitnya melukai 17 orang.

Para pejabat Ukraina mengatakan, serengan itu telah membuat tanah berguncang lebih dari satu mil jauhnya ketika kompleks Mariupol dilanda serangkaian ledakan.

Ledakan-ledakan itu menghancurkan jendela dan sebagian besar bagian depan sebuah bangunan.

Baca juga: Berikut Pesan Khusus Vladimir Putin untuk Para Wanita Tentara Rusia yang Menginvasi Ukraina

Polisi dan tentara bergegas ke tempat kejadian untuk mengevakuasi korban, membawa seorang wanita hamil dan berdarah di atas tandu.

Wanita lain meratap sambil memeluk anaknya. Di halaman, mobil hancur terbakar dan kawah ledakan tersisa setidaknya sedalam dua lantai.

“Hari ini Rusia melakukan kejahatan besar,” kata Volodymir Nikulin, seorang pejabat tinggi polisi regional, yang berdiri di reruntuhan.

Seorang prajurit Ukraina menggendong seorang anak sambil membantu orang-orang menyeberangi jembatan yang hancur saat mereka mengevakuasi kota Irpin, barat laut Kyiv, selama pengeboman dan pengeboman besar-besaran pada 5 Maret 2022, 10 hari setelah Rusia melancarkan serangan militer ke Ukraina.
Seorang prajurit Ukraina menggendong seorang anak sambil membantu orang-orang menyeberangi jembatan yang hancur saat mereka mengevakuasi kota Irpin, barat laut Kyiv, selama pengeboman dan pengeboman besar-besaran pada 5 Maret 2022, 10 hari setelah Rusia melancarkan serangan militer ke Ukraina. (Aris Messinis / AFP)

“Ini adalah kejahatan perang tanpa pembenaran apa pun.”

Presiden Volodymyr Zelenskyy menulis di Twitter bahwa ada orang-orang, anak-anak di bawah reruntuhan dan menyebut serangan itu sebagai kekejaman.

Video yang dibagikan oleh Zelenskyy menunjukkan lorong-lorong yang dicat dengan ceria dipenuhi dengan logam bengkok.

Baca juga: Wanita Simpanan Presiden Rusia Vladimir Putin Jadi Sorotan, Beda Usia 30 Tahun, Ceraikan Pramugari

"Ada beberapa hal yang lebih bejat daripada menargetkan yang rentan dan tidak berdaya," demikian twit Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan dimintai untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya yang mengerikan.

Pihak berwenang, sementara itu, mengumumkan gencatan senjata baru pada Rabu (9/3/2022) pagi untuk memungkinkan ribuan warga sipil melarikan diri dari kota-kota yang dibombardir di sekitar Kyiv serta kota-kota Mariupol, Enerhodar, dan Volnovakha di selatan, Izyum di timur, dan Sumy di timur laut.

Tidak segera jelas apakah ada orang yang dapat meninggalkan kota-kota lain, tetapi orang-orang mengalir keluar dari pinggiran kota Kyiv.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved