Travel
Wisata Lava Tumuli Gunung Batur, Off Road Ditengah Hamparan Padang Savana dan Bebatuan
Namanya memang cukup asing dan terdengar masih baru, memang belum banyak wisatawan yang mengagendakan bepergian di Lava Tumuli.
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Menjelajah keindahan Bali memang tidak ada habisnya ya Tribunners.
Dari mulai wisata alam hingga buatan, Tribunners bisa menemukannya di Bali.
Namun, pernah tidak mendengar wisata Lava Tumuli Gunung Batur?
Namanya memang cukup asing dan terdengar masih baru, memang belum banyak wisatawan yang mengagendakan bepergian di Lava Tumuli.
Namun keberadaanya Lava Tumuli Batur tentunya tidak asing lagi bagi warga yang berada di sekitaran Kintamani Bangli.
Baca juga: Coffee Shop Bernuansa Milenial, Paperhills Kintamani Spot Ngopi Terbaik, View Gunung dan Danau Batur
Baca juga: Nikmati Suasana Gunung Batur di Black Lava Camp, Tempat Glamping Baru di Kintamani Bali
Lava Tumuli ada karena akibat letusan Gunung Batur. Lava tumuli (tumulus) dalam bentuk kata tunggal berarti kumpulan lava padat yang sudah mengeras berbentuk batu.
Bebatuan ini terbentuk karena morfologi lava akibat dari tekanan horisontal dari hulu aliran lava, tekanan tersebut membentuk perbukitan elips, seperti yang kita jumpai di kawasan Seked, Batur.
Lava Tumuli Batur terletak di desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Jarak tempuh dari Denpasar sekitar 60 km, sedangkan dari jalan raya Penelokan, sekitar 4 km menuju arah danau Batur.
Yang menjadi keunikan Lava Tumuli adalah adanya lava padat berbentuk batu karang hitam yang terlihat unik dan cantik.

Dimana bebatuan hitam tersebut terhampar luas dan berpadu serasi dengan keberadaan padang ilalang diantara bebatuan, danau serta Gunung Batur yang menjulang tinggi di depan mata.
Di Lava Tumuli Kintamani ini kita bisa berdiri dengan bebas memandang Danau Batur dan memandang dua gunung yang menjulang tinggi yakni gunung batur dan gunung abang.
Cocok nih Tribunners digunakan sebagai spot untuk mengadakan sesi foto praweding.
Karena tidak ada biaya masuk dan juga parkir, namun Tribunners harus parkir dengan rapi di bahu jalan ya!
Baca juga: Batur Coffee 1926 Tawarkan Konsep Keintiman Antar Pengunjung, Mujair Nyat-Nyat Jadi Menu Andalan
Baca juga: 5 Kafe Hits di Kintamani Bali, Bisa Ngopi Cantik Sembari Menikmati Pesona Gunung Batur