Berita Buleleng
Warga Ngaku Tak Lihat Bentrok, Polisi Sulit Cari Saksi Kasus Perkelahian Dua Keluarga di Buleleng
Warga Ngaku Tak Lihat Bentrok, Polisi Sulit Cari Saksi Kasus Perkelahian Dua Keluarga di Buleleng
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Warga Ngaku Tak Lihat Bentrok, Polisi Sulit Cari Saksi Kasus Perkelahian Dua Keluarga di Buleleng.
Motif bentrok berdarah dua keluarga di Banjar Dinas Lebah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, hingga saat ini belum terungkap.
Ini lantaran minimnya saksi yang mengetahui secara langsung kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Yogie Pramagita mengatakan, sejauh ini baru empat saksi yang telah dimintai keterangan oleh pihaknya.
Saksi yang dimintai keterangan ini merupakan kedua pihak yang terlibat perkelahian, yakni Komang Neka Muliadi (14) bersama ibunya Luh Ayu Widiani, serta Kadek Arsana bersama anaknya Gede Porda.
Baca juga: UPDATE Perkelahian Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng, Penyelidikan Terkendala Saksi Fakta
Keterangan dari keempat saksi itu, ungkap AKP Yogie, belum cukup bagi penyidik untuk menentukan siapa yang bersalah, dan apa penyebab terjadinya perkelahian.
Sebab hingga saat ini masih ada dua saksi yang belum dapat dimintai keterangan karena masih dirawat di RSUD Buleleng.
Dua saksi itu, diantaranya Putu Mas Merta dan Kadek Bayu Widana.
Di samping itu, keempat saksi yang dimintai keterangan itu seluruhnya mengaku sebagai korban.
"Kami sudah mendatangi dua saksi ini. Dari kondisi kesehatannya memang dilihat masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan," ucapnya.
Selain itu penyidik juga membutuhkan keterangan dari saksi fakta yang melihat atau mendengar dan mengetahui secara langsung perkelahian berdarah tersebut.
Hingga saat ini saksi fakta tersebut masih dicari oleh penyidik.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat yang mengetahui atau sempat merekam perkelahian tersebut.
Baca juga: KRONOLOGI Perkelahian Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng, Begini Penjelasan Kapolsek Banjar
Agar bersedia dimintai keterangan oleh penyidik. Polisi pun menjamin rahasia yang diberikan oleh saksi fakta tersebut.
"Kami sudah sempat menginterogasi warga sekitar TKP, tapi rata-rata mengaku tidak melihat secara langsung kejadian itu.
Jadi sampai saat ini kami masih mencari saksi faktanya, agar penyelidikan lebih terang," tuturnya.
(*)