Berita Buleleng
Lama Terbengkalai, Dishub Buleleng Usulkan Dua Jembatan Timbang Diaktifkan Lagi
Dua jembatan timbang yang terbengkalai, masing-masing di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, dan di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Dua jembatan timbang yang terbengkalai, masing-masing di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, dan di Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, diharapkan dapat diaktifkan lagi.
Mengingat Buleleng kerap dilintasi truk-truk bermuatan berat, sehingga kerap memicu terjadinya kerusakan jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP dikonfirmasi Senin 14 Maret 2022 mengatakan, sejak 2016 pihaknya tidak dapat melakukan tilang, apabila ada truk-truk yang muatannya overload.
Sebab, kewenangan jembatan timbang kini telah diambil oleh Kementerian Perhubungan.
Baca juga: Warga Selamatkan Barang Puskesmas Sawan 1 di Buleleng, Ruang Akupresur Terbakar Pukul 06.00 Wita
Sejak kewenangan diambil alih, dua jembatan timbang yang ada di Desa Bungkulan dan Desa Banjarasem itu tidak pernah difungsikan.
"Yang di Desa Bungkulan sudah lama sekali tidak difungsikan. Bahkan situasinya sekarang cukup memprihatinkan. Ditumbuhi semak belukar, bahkan digunakan warga untuk membuat bade (wadah mayat). Kalau yang di Desa Banjar Asem tidak berfungsi sejak 2016," ucapnya.
Gunawan menyebut, dulu sebelum kewenangannya diambil oleh Kemenhub, jembatan timbang itu menjadi ranah Dishub Bali.
Namun oleh pihak Dishub Bali, pihaknya ditugaskan untuk ikut melaksanakan uji kendaraan yang melintas di wilayah Buleleng.
Baca juga: Warga Ngaku Tak Lihat Bentrok, Polisi Sulit Cari Saksi Kasus Perkelahian Dua Keluarga di Buleleng
"Jadi dulu kami bisa mengecek truk yang melintas muatannya berapa. Ada kelas-kelasnya. Kalau sekarang, diambil alih pusat, tapi tidak difungsikan."
"Jadi kami tidak bisa melakukan pengecekan terhadap truk-truk yang lewat. Pengecekan hanya dilakukan di wilayah Cekik, Jembrana," katanya.
Dishub Buleleng pun telah mengirimkan usulan kepada pemerintah pusat pada Februari lalu, agar dua jembatan itu dapat difungsikan kembali.
Ini agar kerusakan jalan dan macet dapat diminimalisasi.
"Kendaraan yang kelebihan muatan kerap masuk kota sehingga menyebabkan macet. Jalan juga rusak. Kami tidak bisa mengambil tindakan tilang, karena tidak ada jembatan timbang. Kami usulkan ke pusat, jawabannya akan dikaji. Mengingat dua jembatan timbang itu sudah lama terbengkalai, perbaikan ranahnya ada di pusat juga," tambahnya. (*)
Berita lainnya di Berita Buleleng