Berita Tabanan
Petani Tabanan Kembangkan Padi Semi Organik, Hemat Biaya Hingga 50 Persen dan Hasil Lebih Banyak
Sebagian petani di kabupaten Tabanan mulai menerapkan sistem tanam padi semi organik. Selain biaya tanam lebih murah, hasilnya juga diprediksi lebih
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebagian petani di kabupaten Tabanan mulai menerapkan sistem tanam padi semi organik.
Selain biaya tanam lebih murah, hasilnya juga diprediksi lebih banyak.
Dalam satu hektare lahan diprediksi menghasilkan gabah lebih banyak sekitar 2 ton. Kemudian untuk biayanya, petani bisa menghemat biaya tanam hingga 50 persen.
Seorang petani Tabanan, Nengah Subagia menuturkan, pihaknya yang menerapkan sistem semi organik ini baru melakukan tanam padi periode pertama yakni sejak bulan Desember 2021 lalu.
Baca juga: Kejari Tabanan Pernah Kirim Barang Bukti ke Lombok, Layanan Sitarpos Terus Digencarkan
Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika sudah menerapkan sistem semi organik dan menggunakan varietas padi M70.
"Tiang ini baru periode pertama. Per Desember lalu menanam di lahan kurang lebih 3 hektare. Selain menerapkan sistem semi organik, kita juga menggunakan padi jenis M70," kata Subagia saat dijumpai di areal Pemkab Tabanan, Kamis 17 Maret 2022.
Dia menjelaskan, banyak perbedaan yang ditemukan pada sistem tanam semi organik dan kimia.
Adalah terkait pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi itu sendiri.
Kemudian dari sisi kualitas padi yang dihasilkan dan yang terpenting adalah kuantitas gabah yang dihasilkan lebih berat dari jenis padi lainnya.
Namun, kata dia, pada bagian batangnya memang tidak menunjukan warga yang hijau segar, hanya saja kondisi tanamannya tetap sehat.
"Gabahnya lebih berat atau hasilnya lebih banyak, kemudian tumbuh kembangnya juga bagus sehat. Selain itu kualitas dari padi itu juga sangat sehat dan tentunya ramah lingkungan," katanya.
Baca juga: Hujan Deras, Senderan Rumah Warga Longsor di Pupuan Tabanan, Kerugian Ditaksir Rp 15 Juta
Dalam satu hektare biasanya bisa menghasilnya 5-6 ton, namun dengan jenis padi M70 ini diprediksi menghasilkan 7-8 ton per satu hektare.
Kemudian untuk pemeliharaannya juga memadukan dari organik dan kimia sehingga dinamankan pertanian semi organik.
Pertama menggunakan pupuk kimia seperti Urea dan NPK. Selanjutnya pada organik ada tetes tebu, CO2 Organik dari daunan dan buah-buahan.
Pemupukan dilakukan sebanyak 5 kali dalam satu periode tanam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petani-saat-selfie-di-depan-lahan-sawahnya.jpg)