Berita Buleleng

Polres Buleleng Periksa Lima Saksi Dugaan Penipuan PMI di Turki, Ombudsman Minta Polisi Usut Tuntas

Sebanyak lima orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Buleleng, terkait kasus dugaan penipuan yang menimpa sejumlah PMI

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bali Umar Ibnu Alkhatab. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak lima orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Buleleng, terkait kasus dugaan penipuan yang menimpa sejumlah PMI yang bekerja di Turki.

Meski sejumlah saksi telah dimintai keterangan, penyidik belum dapat menyimpulkan apakah benar terjadi dugaan penipuan atau tidak. 

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya ditemui Senin 21 Maret 2022 mengatakan, lima saksi yang telah dimintai keterangan di antaranya seorang saksi pelapor, dua orang saksi korban, seorang saksi perantara berinisial KP dan seorang saksi fakta yang merupakan salah satu dari keluarga PMI. 

Baca juga: Kadek Arsana dan Anaknya Ditetapkan Tersangka, Buntut Kasus Perkelahian di Desa Kaliasem Buleleng

AKP Sumarjaya menyebut, masih ada tiga saksi lain yang harus dimintai keterangan oleh pihaknya.

Tiga saksi itu merupakan PMI yang diduga menjadi korban penipuan.

Tiga saksi itu telah berada di tanah air, namun belum dapat memenuhi undangan penyidik untuk dimintai keterangan di Polres Buleleng.

"Dari tiga saksi itu, dua diantaranya sudah berada di Jakarta, namun belum bisa datang ke Polres untuk dimintai keterangan. Sementara satu saksi lain masih dicari tau dimana alamatnya," katanya. 

Sementara dari keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa, seluruhnya mengaku mendapat tawaran bekerja di Turki melalui KP.

Seperti diketahui KP merupakan kaki tangan Anak Agung KRS yang diduga menjadi otak dari kasus dugaan penipuan ini.

Anak Agung KRS konon telah menetap di Turki.

Saat para PMI tiba di Tukri, Anak Agung KRS lah yang mencarikan pekerjaan untuk mereka.

Namun pekerjaan yang dicari, tidak berdasarkan perjanjian. Bahkan para PMI itu diberangkatkan ke Turki bukan dengan visa kerja, melainkan visa liburan. 

Baca juga: Polisi Periksa Komang P, Terlapor Kasus Dugaan Penipuan PMI yang Telantar di Turki

"Ya dari saksi-saksi yang kami periksa, mengaku semuanya lewat perantara itu (KP,red). Apakah KP ini sudah lama menjadi kaki tangan AA KRS, ini masih diselidiki oleh penyidik," jelasnya. 

AKP Sumarjaya pun menyebut, hasil pemeriksaan lima orang saksi itu saat ini masih didalami oleh penyidik, untuk menyimpulkan apakah benar terjadi kasus penipuan atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved