Berita Gianyar
Desa Sidan Gianyar Manfaatkan Lahan Terbengkalai Jadi Objek Wisata
Desa Sidan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali manfaatkan lahan terbengkalai menjadi objek wisata Kissidan Eco Hill.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Desa Sidan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali memiliki objek wisata Kissidan Eco Hill.
Di mana objek ini merupakan perpaduan restoran dengan pamandangan sawah, jurang dan bukit.
Pembangunannya menggunakan anggaran dari Puspa Aman Pemkab Gianyar dan Dana Desa.
Dulunya, lokasi ini merupakan lahan terbengkalai.
Di mana pemilik lahan lebih memilih bekerja ke proyek sebagai buruh daripada mengelola lahannya. Sebab lahan berada di bawah jurang yang kesulitan berbagai akses. Baik akses air maupun akses pejalan kaki.
Baca juga: HET Dicabut, Minyak Goreng Kemasan Berlimpah di Gianyar, Kini Minyak Curah Justru Langka
Perbekel Sidan, Made Sukra Suyasa, Selasa 22 Maret 2022 mengatakan, sebelum mengubah lahan terbengkalai yang penuh pohon dan tanaman liar menjadi restoran dengan panorama terasering, Desa Sidan yang dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Gianyar kerap menjamu tamu pemerintahan.
Oleh karena tidak ada tempat menjamu, akhirnya Sukra Suyasa pun mengitari wilayah desanya.
"Awalnya kita selalu bingung kalau menjamu tamu. Karena tidak ada tempat," ujarnya.
Begitu menengok ke bawah Stage Sidan, ia melihat lahan warga yang terbengkalai.
Baca juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Gusti Nyoman Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Bubung Pejeng Kawan Gianyar
Akhirnya iapun berinisatif untuk membangkitkan lahan tidur seluas sekitar tiga haktare tersebut menjadi objek wisata.
Di mana, sebelumnya Sukra Suyasa memang dikenal gigih dalam membangun desa.
Sebelum membuat Eco Hill, ia juga mengubah pertanian warga setempat menjadi pertanian organik.
"Ini lahan tidur, yang punya memilih jadi buruh ketimbang menggarap lahan. Karena memang, lokasinya sulit dijamah," ujarnya mengenang sebelum Kissidan Eco Hill dibangun.
Baca juga: Bale Adat Warga di Gianyar Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
Setelah memikirkan secara matang, akhirnya per Juli 2021, Sukra Suyasa pun mengumpulkan warga.
Melakukan pembabatan tanaman dan pepohonan liar yang menyebabkan lahan itu selama ini enggan disentuh pemiliknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengunjung-tengah-menikmati-pemandangan-di-kissidan-eco-hill-desa-sidan.jpg)