Berita Buleleng

Kasus Penganiayaan Ayah Kandung hingga Tewas, Polres Buleleng Cari Rekam Medis Iskak di RSJ Bangli

Masih ingat dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Iskak Jaelani (53) hingga membuat ayah kandungnya Muhammad Selamat (82) tewas?

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Masih ingat dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Iskak Jaelani (53) hingga membuat ayah kandungnya Muhammad Selamat (82) tewas?

Polisi hingga saat ini masih mencari rekam medis tersangka, mengingat Iskak memiliki riwayat pernah dirawat di RSJ Bangli

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya dikonfirmasi Selasa 22 Maret 2022 mengatakan, menurut keterangan dari keluarga, tersangka Iskak pernah dirawat di RSJ selama satu tahun.

Berangkat dari keterangan keluarga itu lah, penyidik pun saat ini mencari rekam medis tersangka di RSJ Bangli.

Baca juga: Empat Pejabat Hasil Seleksi Lelang Jabatan Pemkab Buleleng Dilantik

Selain itu, dalam waktu dekat tersangka juga akan menjalani tes kejiwaan untuk menentukan apakah yang bersangkutan benar mengalami gangguan jiwa atau tidak. 

Apabila hasil pemeriksaan nanti tersangka dinyatakan mengalami gangguan jiwa, maka Hakim di Pengadilan Negeri Singaraja lah yang nantinya akan memutuskan apakah Iskak akan dihukum pidana, atau dirawat di RSJ Bangli, sesuai dengan Pasal  44 KUHP. 

"Pasal 44 KUHP itu berbunyi barang siapa melakukan perbuatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kepadanya karena jiwanya cacat dalam pertumbuhan atau terganggu karena penyakit dapat dipidana. Atau hakim dapat memerintahkan supaya orang tersebut dapat dirawat di RSJ paling lama satu tahun sebagai waktu percobaan. Jadi nanti hakim yang memutuskan," terangnya. 

Baca juga: Uang Tunai Rp 20 Juta Raib, Tas Milik Pedagang di Pasar Anyar Buleleng Dicuri Saat Tidur

Selain mencari rekam medis tersangka di RSJ Bangli, penyidik juga hingga saat ini masih menunggu hasil autopsi korban dari RSUD Buleleng.

Kini, Iskak pun telah diamankan di sel tahanan Polsek Kota Singaraja. 

Disinggung terkait barang bukti, kata AKP Sumarjaya hingga saat ini juga masih dalam pencarian polisi.

Mengingat berdasarkan pengakuan tersangka, barang bukti berupa kayu yang ia gunakan untuk memukul sang ayah, telah dibuang saat dirinya melarikan diri ke wilayah Pelabuhan Buleleng.

"Katanya korban dipukul pakai kayu. Tapi kayunya sudah dibuang. Saat ditanya dibuang dimana, tersangka mengaku lupa. Jadi barang buktinya hingga saat ini masih dicari oleh penyidik," tutupnya. 

Baca juga: Desa Adat Buleleng Gelar Upacara Melasti Pakai Mobil Pikap

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Selamat (82) tewas di tangan anaknya sendiri.

Pria yang tinggal di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini meregang nyawa setelah dianiaya menggunakan sebilah kayu oleh anak keduanya, bernama Iskak Jaelani (53). Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 10 Maret 2022 sore. 

Pelaku mulanya meminta korban untuk memindahkan kandang kucing ada yang ada di rumah, karena bau.

Namun korban mengabaikannya. Hal ini lantas membuat pelaku naik pitam.

Ia nekat menganiaya sang ayah, yang saat itu tengah beristirahat di kursi hingga tewas. Usai menganiaya korban, pelaku kemudian melarikan diri ke Pelabuhan Buleleng. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Buleleng
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved