Berita Bali

Soal Profesi Pawang Hujan, Guru Mangku Hipno: Diperlukan Tapa, Brata, Diksa, hingga Sarana Upakara

Perlu banyak proses baik dari diri sendiri, maupun dari luar untuk membantu seseorang menjadi pawang hujan.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
istimewa
Guru Mangku Hipno tentang Meditasi Sunyaka, Menyembuhkan Diri Sendiri 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ahli metafisika, Guru Mangku Hipno ( GMH), menegaskan bahwa keberhasilan seorang pawang hujan atau tukang terang.

Tidak hanya ditentukan oleh kekuatan manusia semata, namun dominan ditentukan oleh kuasa Tuhan.

Apakah beliau berkehendak atau tidak, atas apa yang dimohonkan manusia.

Untuk itu, menjadi tukang terang atau pawang hujan, tidaklah semudah yang terlihat.

Perlu banyak proses baik dari diri sendiri, maupun dari luar untuk membantu seseorang menjadi pawang hujan.

Baca juga: Guru Mangku Hipno: Aura Reading Bantu Angkat Percaya Diri

Baca juga: Aura Putih Pertanda Cerdas, Berikut Penjelasan Guru Mangku Hipno

Perlu pembersihan diri secara sekala-niskala, sebelum bisa menjadi pawang hujan.

Diantaranya diperlukan tapa, brata, diksa, hingga sarana upakara.

Diri yang bersih, pikiran yang murni, dan sarana upakara yang suci akan mengkoneksikan diri dengan Tuhan.

Sehingga mudah meminta manifestasiNya untuk membantu, khususnya dalam menanggulangi hujan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved