Human Interest Story
Kisah Balita Makan Kertas hingga Sandal di Bekasi, Jika Dilarang Langsung Mengamuk
Orangtua balita berinisial GI (3) yang suka memakan kertas mengatakan anaknya tak mengalami gangguan pencernaan
"Saya berasa ngeliat dia aneh tuh pas umur 1 tahun. Kok ini sandal banyak yang buntung gitu. Saya perhatiin bocah ini makan sendal. Jadi sempat saya larang ya namanya sandal, itu marah dia sampai keseringan, dia makan sandal sampai saya ganti sandal baru," tuturnya.
Ketika dilarang, GI malah memakan barang-barang lain untuk mengalihkan hasratnya yang suka makan kertas, styrofoam dan kardus juga dijadikan santapan layaknya camilan.
Setiawati mengaku sering mengambil paksa barang-barang tersebut ketika GI memasukkannya ke dalam mulut.
Namun, anaknya malah mengamuk sehingga ia merasa serba salah.
Baca juga: Kisah Pura Penataran Agung Besakih, Tempat Berkumpul Bhatara
"Saya sempat larang. Diambil lah gitu, nggak boleh. Malu lah. Masa makan kertas. Enggak mau dia, ngamuk," ungkap Setiawati.
Sang anak kata Setiawati dalam satu bulan bisa membeli lima pasang sandal hanya untuk dimakan.
"Senang banget makan sandal baru. Sandal yang bersih. Satu bulan itu bisa beli sampai 5 pasang," tuturnya.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto mengaku akan mengecek terkait adanya balita yang gemar memakan sandal di Bekasi.
"Kami akan mendalami dulu terkait hal ini. Sebagaimana informasi yang beredar anak memakan sesuatu yang tidak wajar," kata Susanto.
Susanto belum menjelaskan penanganan yang bakal dilakukan oleh KPAI. Menurutnya, perlu pengecekan detail terkait peristiwa ini.
"Kami masih memerlukan pendalaman untuk memastikan intervensi penanganan lanjutan," ujarnya. (Tribun Network/bas/wly)
Kumpulan Artikel Nasional