Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Hemat 16,9 Persen, Perumda Tirta Danu Arta Bangli Manfaatkan PLTS

Salah satunya adalah efisiensi dari sisi operasional untuk memenuhi kebutuhan sumber daya listrik

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Perumda Tirta Danu Arta bersama konsorsium saat meninjau lokasi pembangunan PLTS di beberapa titik. Selasa (29/3/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Danu Arta Bangli akan segera menerapkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Penerapan PLTS ini dinilai mampu meringankan beban biaya operasional pembayaran listrik, hingga 16,9 persen.

Pengembangan PLTS ini, bekerjasama dengan pihak ketiga.

Yang mana pada hari Selasa (29/3/2022) dilakukan penandatanganan kerjasama dengan konsorsium PT Agra Surya Energy, PT Nusa Sinergi Mandiri dan PT Energi Surya Terpadu.

Baca juga: Hari Pertama Ada 35 Pelamar, Dinkes Bangli Buka Rekrutmen Pegawai Kontrak

Direktur Perumda Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ranto Suparso Mesi menjelaskan, ada beberapa alasan yang mendasari pihaknya berinisiatif untuk memanfaatkan PLTS.

Salah satunya adalah efisiensi dari sisi operasional untuk memenuhi kebutuhan sumber daya listrik.

Sebab dari total pendapatan per bulan, imbuhnya, 30 persen diantaranya atau sekitar Rp 800 juta hingga Rp 900 juta digunakan untuk membayar tagihan listrik.

"Namun dengan pemanfaatan PLTS, maka biaya operasional lebih hemat 16,9 persen," jelas dia.

Selain itu, pria yang akrab disapa Dewa Rono itu menambahkan pemanfaatan PLTS ini untuk mewujudkan program Bali Go Green sesuai Pergub Bali nomor 45 tahun 2019. Dan juga ikut berperan untuk mengurangi emisi karbon.

"Dalam pengembangan PTLS ini kami tidak mengeluarkan satu rupiah pun," ungkapnya.

Ada 14 titik pembangunan PLTS yang tersebar di empat kecamatan.

Pembangunan PLTS memanfaatkan rumah pompa yang sudah ada, hingga sewa lahan dengan masyarakat. Sedangkan luas area pemasangan panel surya rata-rata 3 are.

Sementara itu Ketua Konsorsium, Harvey Tjokro mengatakan kegiatan pembangunan akan dimulai 16 April dengan masa pengerjaan sekitar empat bulan.

Lamanya masa pembangunan dikarenakan lokasi yang tersebar di beberapa titik, serta medan yang cukup sulit.

Baca juga: Putu Artana Tunggu Pesanan Narkoba di Utara Kuburan, Lalu ke Bangli untuk Konsumsi Narkoba

"Prosesnya juga menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved