Berita Bangli

Putu Artana Tunggu Pesanan Narkoba di Utara Kuburan, Lalu ke Bangli untuk Konsumsi Narkoba

Putu Artana Tunggu Pesanan Narkoba di Utara Kuburan, Lalu ke Bangli untuk Konsumsi Narkoba

Istimewa
Artana saat diperiksa di Polres Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, Sabtu 19 Maret 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Putu Artana Tunggu Pesanan Narkoba di Utara Kuburan, Lalu ke Bangli untuk Konsumsi Narkoba.

Awalnya berniat konsumsi narkoba bersama, Putu Artana justru mendekam di balik jeruji besi.

Pria 33 tahun itu apes karena saat mencari kediaman temannya, ia justru lebih dulu diamankan polisi.

Artana diamankan saat berada di wilayah Banjar Bangkiang Sidem, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali.

Kasat Narkoba Polres Bangli AKP I Gusti Made Dharma Sudhira saat dikonfirmasi Selasa 29 Maret 2022 membenarkan hal tersebut.

Kata dia, pelaku diamankan pada hari Sabtu 19 Maret 2022 sekitar pukul 19.50 Wita, berdasarkan informasi masyarakat terkait seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan. 

"Saat diamankan dan dilakukan penggeledahan badan, pada saku kiri jaketnya ditemukan sepotong pipet plastik bening.

Dan dibalut dengan potongan lakban warna hitam yang di dalamnya berisi Narkotika jenis shabu seberat 0,20 gram," ungkapnya.

Pria asal Banjar Dinas Segah, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem itu, lantas diamankan ke Polres Bangli untuk proses lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuannya, ia ke Kabupaten Bangli untuk konsumsi narkoba bersama teman yang baru dia kenal bernama Yudi. 

"Yang bersangkutan ini kenal saat keduanya tidak sengaja bertemu di warung tuak wilayah Karangasem, dan Yudi ini mengaku dari Bangli," ujarnya.

Dari keterangannya pula, didapatkan informasi bahwa Artana mendapatkan barang haram itu dari seorang bernama Ajik.

Ajik diketahui berasal dari Kabupaten Klungkung. Hanya saja, ia tidak mengetahui alamat serta rumahnya. 

"Tersangka memesan narkoba seharga Rp 400 ribu. Setelah itu diminta menunggu di jalan utara kuburan Desa Selat, Klungkung.

Tak berselang lama, datang seseorang mengenakan helm dan masker yang tidak dikenal, lalu memberikan sesuatu dengan tangan kiri, dan langsung pergi," jelasnya.

Atas perbuatannya, Artana disangkakan pasal 112 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun penjara dan paling lama 12 tahun penjara.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved